Mahfud MD Umpamakan Dirinya Dituduh Banyak Tato dan Preman, Bagaimana UU ITE Menilai?

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423679 mahfud-md-umpamakan-dirinya-dituduh-banyak-tato-dan-preman-bagaimana-uu-ite-menilai-rpcIlMCR6n.jpg Mahfud MD. (Foto: Dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan, dalam revisi terbatas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dibedakan antara perilaku pencemaran nama baik dan fitnah yang tercantum dalam Pasal 27 Ayat 3.

“Di dalam usul revisi kita bedakan antara pencemaran nama baik dan fitnah, sesuai putusan MK Nomor 50/PUU-VI/2008, termasuk ancaman pidananya diturunkan,” elas Mahfud MD dalam konferensi persnya, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Mahfud MD: Orang Berbuat Asusila Tak Kena UU ITE, yang Dijerat Pihak Menyebarluaskan

Mahfud mencontohkan, misahnya ada yang menuduhnya punya banyak tato di punggung dan disebut sebagai anggota preman. “Sesudah diperiksa tidak terbukti, itu fitnah, tapi setelah diperiksa benar ada tato itu pencemaran atau gibah, tetap dihukum, tapi beda, fitnah dan pencemaran,” ujar Mahfud.

Sebelumnya Mahfud menyampaikan bahwa, pihaknya sebelumnya telah membentuk tim untuk melakukan telaah terhadap perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kajian ulang terhadap UU ITE.

Baca juga: Mahfud MD: Mencabut UU ITE Sama dengan Bunuh Diri!

“Hasilnya UU ITE tidak akan dicabut, bunuh diri kalau cabut UU ITE, kesimpulan diperolah setelah FGD (Focus Group Discussion) dengan 50 orang (terdiri dari) akademisi, praktisi hukum, NGO, korban, pelapor, politisi, jurnalis baik perorangan maupun organisasi,” kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan, meski tidak mencabut UU ITE, pihaknya mengeluarkan dua produk. Pertama adalah surat keputusan bersama antara Menkominfo, Jaksa Agung dan Kapolri yang isinya tentang pedoman implementasi UU ITE. 

“Berisi kriteria agar (UU ITE) berlaku sama bagi setiap orang,” ujar Mahfud. 

Kedua adalah revisi terbatas yang sifatnya semantik atau mengubah redaksional yang substantif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini