UU ITE Tak Dicabut, Mahfud MD: Keputusan Diambil Usai Diskusi dengan Akademisi dan Korban

Erfan Maaruf, iNews · Jum'at 11 Juni 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423643 uu-ite-tak-dicabut-mahfud-md-keputusan-diambil-usai-diskusi-dengan-akademisi-dan-korban-MdiLLmSImz.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) memutuskan, tidak mencabut Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Hasilnya undang-undang ITE tidak akan dicabut, kalau undang-undang ITE dicabut namanya bunuh diri," kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers, Jumat (10/6/2021).

Baca juga:  Revisi UU ITE, Ini Contoh Postingan yang Bisa Dipidanakan

Dia menjelaskan, keputusan tidak dilakukannya pencabutan UU ITE dilakukan setelah melakukan diskusi panjang bersama sejumlah elemen. Setidaknya ada 50 akademisi dan sejumlah elemen masyarakat termasuk korban ikut diajak diskusi sebelum mengambil keputusan tersebut.

"Kesimpulan ini diperoleh setelah melakukan FGD tidak kurang dari 50 orang akademisi dari termasuk NGO korban UU ITE, pelapor UU ITE, politisi, jurnalis baik perorangan maupun organisasi," jelasnya.

Baca juga:  Usai Disetujui Jokowi, "Bola" Revisi UU ITE Kini Berada di Kemenkumham

Kemudian dari hasil keputusan tersebut, ada dua keputusan yang diambil oleh Menkopolhukam. Pertama surat keputusan bersama yang nantinya akan dikeluarkan oleh elemen Kominfo, Jaksa Agung, Kapolri ditandangani bersama.

"Isinya pedoman implementasi isinya kriteria-kriteria yang sama," jelasnya.

Kemudian langkah kedua yakni revisi terbatas semantik secara redaksional namun substansif uraiannya.

"Misalnya masalah kesusilaan Pasal 27 Ayat 1 UU. Sekarang ditegaskan pelaku yang bisa dijerat oleh pasal 27 Ayat 1 UU ITE terkait dengan konten kesusilaan adalah pihak yang memiliki niat menyebarluaskan untuk diketahui oleh umum satu konten kesusilaan. Jadi bukan orang yang melakukan tapi yang menyebarkan," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini