Jelang Dikukuhkan Gelar Profesor Kehormatan Unhan, Megawati Tampak Rileks

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 11 Juni 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423621 jelang-dikukuhkan-gelar-profesor-kehormatan-unhan-megawati-tampak-rileks-wsL1Pv4Z1h.jpg Megawati Soekarnoputri.

BOGOR - Presiden kelima Megawati Soekarnoputri sudah memasuki Aula Merah Putih Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, untuk mengikuti sidang senat terbuka pengukuhan gelar profesor kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan. 

Raut wajah rileks ditampakkan Megawati saat berjalan di gelaran karpet merah. Baju toga dengan perpaduan warna hitam dan merah menempel di badan putri Presiden Soekarno itu. Di belakangnya, terlihat belasan orang yang siap mengawal Megawati dalam orasi ilmiahnya nanti.

Sesekali, Megawati melemparkan senyum ke arah kamera yang merekam detik-detik dirinya naik ke atas mimbar. Tampak pula di lokasi sidang sejumlah pejabat, antara lain Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Menhan Prabowo Subianto, serta Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Setelah protokoler mempersilahkan, Megawati dan Dewan Senat Akademi Unhan masuk ruang sidang secara perlahan diiringi lagu wajib nasional yaitu Satu Nusa, Satu Bangsa.

Diberitakan sebelumnya, Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian mengatakan, sidang senat akademik telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati. Hal itu merupakan syarat pengukuhan Megawati untuk menjadi Profesor Kehormatan di Unhan.

Baca juga:  Pengukuhan Profesor Kehormatan Megawati, Ratusan Karangan Bunga Hiasi Unhan

Menurutnya, Megawati mendapat gelar kehormatan karena dinilai berhasil mengatasi krisis multidimensi saat menjadi pemimpin negara. Megawati dianggap sukses menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca Bom Bali, hingga Penanganan permasalahan TKI di Malaysia.

"Pemberian gelar itu juga tidak terlepas dari kepemimpinan Ibu Megawati dalam menghadapi krisis multi dimensi di era pemerintahannya," kata Prof Amarulla Octavian, dalam siaran persnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini