Laporkan Firli Bahuri ke Dewas KPK soal Sewa Helikopter, Ini Alasan ICW

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 13:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423606 laporkan-firli-bahuri-ke-dewas-kpk-soal-sewa-helikopter-ini-alasan-icw-51HPcvt8V0.jpg Foto: MNC Portal

JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri ke Dewan Pengawas pada hari ini, Jumat (11/6/2021). Kali ini ICW melaporkan Firli ke Dewas atas dugaan pelanggaran kode etik.

(Baca juga: Bima Arya Temui Massa Habib Rizieq Usai Sholat Jumat, Bahas Apa?)

"Pada hari ini ICW melaporkan kembali Firli Bahuri atas dugaan pelanggaran kode etik," ujar Peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor Dewas, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, laporan yang dilayangkan ICW berkaitan dengan penggunaan helikopter yang dilakukan Firli saat perjalanan dari Palembang ke Baturaja. Bahkan ICW juga sudah melaporkan dugaan penerimaan gratifikasi oleh Firli dalam penyewaan helikopter itu ke Bareskrim Polri.

(Baca juga: Beringasnya Teror Preman Tanjung Priok Terhadap Sopir Pelabuhan)

"Adapun hal ini terkait sebenarnya dengan pelaporan pidana yang sudah kami sampaikan ke Bareskrim Polri. Namun kali ini bukan masalah pidananya namun masalah etik yang diatur dalam peraturan dewas no 2 tahun 2020 terutama pasal 4 yang mengatur bahwa setiap insan KPK salah satunya pimpinan KPK harus bertindak jujur dalam berperilaku," jelasnya.

ICW melaporkan, Firli karena dianggap tidak jujur dan transparan terkait penyewaan helikopter. Menurut Kurnia, diduga kuat Firli tidak melaporkan hal tersebut ke KPK.

"Ketika penerimaan sesuatu yang kami anggap diskon dalam konteks penyewaan helikopter itu menjadi kewajiban bagi Firli Bahuri melaporkan ke KPK. Namun kami tidak melihat hal itu terjadi maka dari itu kami melaporkan yang bersangkutan ke Dewas KPK," ungkapnya.

Laporan tersebut, lanjut Kurnia, diyakini berbeda dari putusan sempat dijatuhkan oleh Dewas kepada Firli terkait gaya hidup mewah. Karena ICW beranggapan dalam sidang tersebut dewas hanya formalitas belaka mengecek kwitansi yang diberikan oleh Firli.

Dewas saat itu, menyatakan Firli melanggar kode etik berupa gaya hidup mewah. Kini, yang dilaporkan ICW berkaitan dengan ketidakjujuran Firli soal nilai penyewaan helikopter tersebut. Menurut ICW, sejatinya Dewas KPK menyelisik lebih dalam kwitansi penyewaan helikopter yang diberikan Firli.

"Harusnya kwitansi itu ditelusuri karena nilainya sangat janggal kalo kita cermati lebih lanjut, 1jam penyewaan helikopter yang di dalilkan oleh Firli sebesar Rp 7 juta rupiah kami tidak melijat jumlahnya seperti itu karena 4 jam sekitar Rp 30 juta justru kami beranggapan jauh melampaui itu ada selisih sekitar 140 juta yang tidak dilaporkan oleh ketua KPK tersebut," katanya.

Laporan tersebut, kata Kurnia, merupakan laporan kedua kalinya ICW terkait dugaan pelanggaran kode etik Firli Bahuri. Laporan sebelumnya dilayangkan pada 2020. Saat itu ICW melaporkan Firli ke Dewas terkait dugaan pelanggaran etik yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dalam pelaporan tersebut, kata Kurnia, pihaknya melampirkan beberapa temuan terkait dengan perbandingan harga penyewaan helikopter di beberapa perusahaan.

"Dan memang angka disampaikan Firli dalam persidangan Dewas tersebut yang tercantum dalam putusan Dewas sangat janggal dan apalagi helikopter yang digunakan adalah helikopter yang mewah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini