Gempa Magnitudo 5,7 di Bolaang Mongondow Selatan Disebabkan Aktivitas Subduksi Sangihe

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423562 gempa-magnitudo-5-7-di-bolaang-mongondow-selatan-disebabkan-aktivitas-subduksi-sangihe-7uqZkh8Aah.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan wilayah Bolaang Mongondow Selatan diguncang gempa tektonik pada Jumat, 11 Juni 2021 pukul 09.23 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini berkekuatan Magnitudo 5,7, yang selanjutnya dilakukan dimutakhirkan menjadi Magnitudo 5,6.

Sementara itu, episenter gempa terletak di titik koordinat 0,05°LU; 124,4° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 58 km arah Tenggara Kota Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara pada kedalaman 72 km.

BMKG mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis menengah akibat adanya aktivitas Subduksi Sangihe.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” ucap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Gorontalo, Kotamobagu, Bolaang Mongondow Utara, Tutuyan III - IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Di Manado dan Bitung III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), di Taliabu II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Baca Juga : Guncangan Gempa Magnitudo 5,7 di Bolaang Mongondow Selatan Dirasakan Warga Selama 5 Detik

BMKG memastikan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. “Dari hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tutur Bambang.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini