Pembiayaan Isoman di Hotel Dihentikan, Satgas: Bukan Berarti Pemutusan Penanganan Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423492 pembiayaan-isoman-di-hotel-dihentikan-satgas-bukan-berarti-pemutusan-penanganan-covid-19-CQjSfevq6O.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan menghentikan sementara pembiayaan untuk pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala dengan isolasi mandiri (isoman) di hotel DKI Jakarta pada 15 Juni 2021 mendatang.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr. Alexander K. Ginting menegaskan bahwa penghentian itu bukan berarti pemutusan hubungan dalam penanganan Covid-19 pusat dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Jadi perlu diluruskan bahwa penghentian itu bukan berarti pemutusan hubungan (penanganan Covid-19 antara pusat dan DKI Jakarta),” kata Alex dalam keterangannya, Jumat (11/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa penghentian pembiayaan untuk pasien Covid-19 di hotel lantaran adanya keterbatasan anggaran. Saat ini, lanjut dia, BNPB tengah mengajukan kembali anggaran tersebut.

“Jadi penghentian itu lebih ke dalam soal tersedianya anggaran yang dalam hal ini didukung oleh pemerintah pusat oleh Kementrian Keuangan yang harus memang kita ajukan ulang lagi. Jadi anggaran yang sudah habis tentu perlu ada waktu untuk bisa mengajukannya ulang,” tegasnya.

Baca juga: Pemerintah Pusat Siap Bantu Daerah Sediakan Fasilitas Isolasi dan Karantina

Sebagaimana disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat Bencana BNPB, Dodi Ruswandi, bahwa terputusnya anggaran ini mengakibatkan pembiayaan hotel sementara akan berakhir per 15 Juni 2021.

Ia menegaskan, para pasien dan juga tenaga kesehatan yang sedang melakukan isoman akan dikelola dengan baik. “Dan masa transisi ini tentu akan ada penyelesaian-penyelesaian supaya nanti pasien yang ada di isolasi mandiri yang ada di hotel termasuk juga tenaga kesehatan yang juga ada di hotel ini masih di dikelola dengan baik. Karena kedua ini cukup penting dalam penanggulangan Covid-19,” katanya.

Baca juga: Isolasi Mandiri di Hotel Dihentikan, Pengusaha Minta Pemerintah Bayar Tunggakan dan Vaksinasi

Menurut Alex, orang-orang yang melakukan isoman di hotel merupakan hasil dari tracing, dan tracking yang dilakukan dalam PPKM mikro. Hal itu lantaran rumah hingga tempat isolasi yang disiapkan pengurus RT dan RW tidak memadai.

“Termasuk juga nakes. Nakes juga close kontak, mereka adalah perawat, dokter yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid. Jadi mereka tidak diperkenankan pulang ke rumah masing-masing, karena kalau pulang ke rumah tentu nanti mereka sebagai kontak erat akan menularkan mereka yang ada di rumah masing-masing. Sehingga, pemerintah mengambil kebijakan untuk menyiapkan tempat domisili ataupun Hotel bagi nakes,” papar Alex.

Saat ini, kata Alex, ada 16 hotel untuk nakes dan 15 hotel untuk isoman pasien gejala ringan tanpa komorbid yang telah disiapkan menjadi lokasi isoman dengan bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

Alex menegaskan untuk sementara waktu, sambil melakukan pelaporan kepada Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan harus diambil alih oleh Pemda DKI agar tidak ada Nakes dan pasien Covid-19 yang terlantar.

“Harus tetap ada tempat bagi mereka untuk bisa istirahat. Demikian juga pasien isolasi mandiri yang gejala yang ringan dan kemudian tidak punya komorbid,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini