800 Klaster Covid-19 Ditemukan di Jakarta, Ini Penjelasan Satgas

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 11 Juni 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423444 800-klaster-covid-19-ditemukan-di-jakarta-ini-penjelasan-satgas-lq19c0iHUu.jpg Covid-19.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan ada 800 klaster penularan Covid-19. Bahkan dari 800 klaster itu, lebih dari 1.400 orang ditemukan positif Covid-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Alexander K Ginting menjelaskan, penemuan klaster ini mengartikan jika contact tracing tingkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di DKI Jakarta optimal.

“Artinya temuan klaster ini karena contact tracing di tingkat PPKM skala mikro berjalan dengan optimal,” ungkap Alex dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/6/2021).

Sehingga, kata Alex, dengan temuan ini maka para pendatang yang kembali dari luar daerah ataupun yang melakukan perjalanan dan dilakukan karantina. Selain itu, jika ditemukan masyarakat yang reaktif Covid-19 lebih dari lima rumah bisa dilakukan mikro lockdown tingkat RT. “Semua pendatang dari luar daerah di karantina, dan RT yang merah dilakukan mikro lockdown,” katanya.

Namun, Alex menjelaskan ada beberapa faktor ditemukan banyaknya klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di DKI Jakarta masih tinggi. “Pertama, mobilitas masyarakat di saat masa penyekatan pra dan pasca lebaran. Sehingga kasus Covid-19 masih tinggi dan ditemukan klaster Covid-19,” tuturnya.

Baca Juga: Waspada! Ivermectin Itu Obat Keras untuk Atasi Infeksi Cacing, Bukan Covid-19

Alex pun mengatakan faktor berikutnya yakni masyarakat juga mulai abai terhadap protokol kesehatan. Bahkan, saat ini mobilitas masyarakat semakin tinggi yang menyebabkan angka positif Covid-19 semakin tinggi dari kumpul-kumpul di keramaian, penyelenggaraan hajatan, bahkan mengunjungi tempat wisata tanpa protokol kesehatan.

“Lalu, masyarakat semakin abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, pandemi Covid-19 belum usai. Sehingga angka positif Covid-19 masih tinggi. Ini akibat kumpul-kumpul di tempat-tempat umum tanpa protokol kesehatan, pelaksanaan hajatan, wisata tanpa protokol kesehatan juga jadi penyebab tingginya kasus Covid-19,” papar Alex.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini