Kisah Sultan Demak yang Ditusuk Keris saat di Kamar

Doddy Handoko , Okezone · Jum'at 11 Juni 2021 06:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 337 2423406 kisah-sultan-demak-yang-ditusuk-keris-saat-di-kamar-UeKFAopHEQ.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

DALAM kitab Babad Tanah Djawi (gubahan L Van Rijckevorsel, 1925) diceritakan, Sunan Prawata merupakan anak Sultan Trenggana, raja ke-3 kesultanan Demak Bintara. Raja sebelumnya adalah Sultan Pati Yunus (bertahta 1518-1521 M), saudara tertua Trenggana.

Sunan Prawata adalah putra mahkota Sultan Trenggana yang kelak menggantikan kedudukan sang ayah. Dengan demikian, Sunan Prawata adalah Sultan ke-4 kesultanan Demak.

Nama kecil Sunan Prawata adalah Pangeran Mu’min atau Raden Mu’min. Serat Centhini atau Suluk Tambangraras (1814 M) menyebut Sunan Prawata sebagai Sultan Hadi kang ngedaton in nagari Demak (raja Demak Bintara). Sedangkan orang-orang di Prawoto (sekarang di Pati) menyebutnya sebagai Raden Bagus Hadi Mu’min alias Sunan Prawata.

Pangeran Mu’min lebih memilih mandita menjadi seorang alim yang mengajarkan ilmu agama Islam. Itu kenapa, namanya lebih dikenal sebagai seorang sunan (sunan Prawata; susuhunan ing Prawata) ketimbang sultan (sultan Prawata; raja Demak).

Sepeninggal Trenggana, selain Sunan Prawoto terdapat dua orang lagi tokoh kuat, yaitu Adipati Arya Penangsang dari Kadipaten Jipang Panolan (Bojonegoro) dan Adipati Adiwijaya (Hadiwijaya) penguasa Kadipaten Pajang. Masing-masing adalah keponakan dan menantu Sultan Trenggana.

Arya Penangsang adalah putra Pangeran Sekar Seda ing Lepen atau Pangeran Surowiyoto atau Surawiyata alias Raden Kikin adalah Adipati Babagan Caruban Lasem.

Ayah Arya Penangsang dibunuh Pangeran Prawata di tepi sungai. Ia mendapat dukungan dari gurunya, yaitu Sunan Kudus untuk merebut takhta Demak.

Baca Juga : Kisah Kerajaan Demak Kalahkan Portugis, Sunda Kalapa Diubah Jadi Jayakarta

Pada tahun 1549 dia mengirim anak buahnya yang bernama Rangkud untuk membalas kematian ayahnya.

Pada suatu malam Rangkud berhasil menyusup ke dalam kamar tidur Sunan Prawoto. Sunan sedang tidur dengan istrinya. Ia mengakui kesalahannya telah membunuh Pangeran Seda Lepen.

Ia rela dihukum mati asalkan keluarganya diampuni. Rangkud setuju, lalu menikam dada Sunan Prawoto yang pasrah tanpa perlawanan sampai tembus. Ternyata istri Sunan yang sedang berlindung di balik punggungnya ikut tewas pula.

Melihat istrinya meninggal, Sunan Prawoto marah dan melemparkan keris untuk membunuh Rangkud dengan sisa-sisa tenaganya.

Baca Juga : Kisah Bayi Aryo Penangsang Dihanyutkan di Sungai dan Ususnya Dikalungkan di Keris

Sunan Prawoto meninggalkan seorang putra yang masih kecil bernama Arya Pangiri, yang kemudian diasuh bibinya, yaitu Ratu Kalinyamat dari Jepara. Setelah dewasa, Arya Pangiri menjadi menantu Hadiwijaya, Sultan Pajang dan diangkat sebagai Bupati Demak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini