Baku Tembak dengan Teroris di Sarinah, 'Polisi Ganteng' Ini Didapuk Jadi Kapolres Probolinggo

INews.id, · Kamis 10 Juni 2021 20:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423295 baku-tembak-dengan-teroris-di-sarinah-polisi-ganteng-ini-didapuk-jadi-kapolres-probolinggo-rWnv6Cf2Sd.jpg AKBP Teuku Arsya Khadafi saat beraksi tumpas teroris di Sarinah/berkacamata hitam (foto: ist)

JAKARTA - 14 Januari 2016 silam, warga Ibukota Jakarta digegerkan dengan ledakan bom yang mengguncang gerai kopi seberang pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, pada pagi hari menjelang siang.

Tak lama kemudian, ledakan keras kembali terjadi di pos polisi, Jalan MH Thamrin, bangunan itu pun langsung porak poranda. Lalu baku tembak pun terjadi antara sejumlah teroris dengan pihak kepolisian.

Baca juga:   Peristiwa 14 Januari: Bom Sarinah Menewaskan 8 Orang

Teror tersebut dikenal dengan 'Bom Sarinah'. Baku tembak terjadi saat sejumlah anggota Polda Metro Jaya mengepung terduga teroris yang diketahui bernama Afif dan Muhamad Ali yang bersembunyi di gerai kopi. Keduanya tewas akibat ledakan bom yang mereka bawa, ditambah peluru tajam dari serbuan polisi.

 Teuku Arsya

Keterlibatan sejumlah anggota polisi berpakaian stylish dalam penyerbuan teroris di Sarinah ketika itu viral di media sosial. Perhatian publik tersorot pada sosok-sosok gagah dengan celana krem dan t-shirt biru bertuliskan "Turn Back Crime", yang disebut-sebut 'polisi ganteng'.

Baca juga:  Penyerang Wakapolres Karanganyar Ternyata Jaringan Bom Thamrin

Salah satu perwira polisi yang turut dalam penyerbuan itu, AKBP Teuku Arsya Khadafi. Waktu berlalu. Lulusan Akpol 2003 yang ketika itu berpangkat kompol dan bertugas sebagai Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan kini telah naik jabatan. Teuku Arsya dipromosikan sebagai Kapolres Probolinggo, Jawa Timur, dari sebelumnya Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Secara pangkat, dia tetap AKBP. Namun menjadi promosi karena memegang tongkat komando kewilayahan.

Penunjukan Arsya tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo Nomor: ST/1129/VI/KEP./2021 tertanggal 1 Juni 2021 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan serta Pengukuhan dalam Jabatan di Lingkungan Polri.

Berdasarkan mutasi tersebut, Arsya akan menggantikan AKBP Ferdy Irawan yang dimutasi sebagai Wakapolresta Bogor. Ferdy mengisi tempat yang semula diisi AKBP M Arsal Sabhan. Teuku Arsya Khadafi berpengalaman di bidang reserse. Sebelum bertugas di Polrestro Jakarta Pusat, dia menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Sejumlah kasus pernah ditanganinya. Salah satu yang cukup menghebohkan yakni dugaan pemalsuan surat untuk vaksinasi oleh selebgram Helena Lim. Untuk diketahui, dalam unggahan di Instagram, Helena memajang foto surat untuk vaksinasi di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Karuan surat itu viral dan menuai polemik. Penyebabnya, program vaksinasi Covid-19 ketika itu baru diprioritaskan untuk lansia dan tenaga kesehatan. Helena yang juga dikenal sebagai Crazy Rich PIK diduga mendapatkan surat itu demi mendapatkan vaksin lebih awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini