Epidemolog Usulkan Kudus Terapkan Karantina Wilayah

Antara, · Kamis 10 Juni 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423269 epidemolog-usulkan-kudus-terapkan-karantina-wilayah-6qqPBNSUVd.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Epidemolog dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengusulkan agar wilayah adminsitratif Kudus, Jawa Tengah, melakukan karantina wilayah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Saya sudah usulkan supaya Kudus melakukan karantina wilayah kabupaten," kata Miko, Kamis (10/6/2021).

Ia menjelaskan bahwa karantina wilayah di Kudus karena penularan Covid-19 telah berlangsung signifikan. Sehingga, semua kegiatan masyarakat harus dinonaktifkan kecuali kegiatan yang bersifat penting.

Menurut dia, karantina wilayah bisa menekan angka penularan Covid-19 secara signifikan.

"Karantina semua wilayah kabupaten demi menjaga keamanan dan keselamatan penduduk, bukan hanya desa. Jadi benar-benar menonaktifkan semua aktivitas kecuali yang penting-penting," ujarnya.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Bertambah 8.892, DKI Jadi Penyumbang Terbanyak

Karantina wilayah dilakukan supaya kalau ada varian baru, varian itu tidak menyebar ke tempat lain. Selain itu, agar penduduk benar-benar dijaga supaya tidak sakit atau tertular Covid-19.

"Di Kudus buat belajar bahwa karantina wilayah kabupaten memang diperlukan pada daerah-daerah yang prevalensinya sudah cukup tinggi, sehingga terjadi peningkatan pelayanan kesehatan dan tidak mampu dikover," tuturnya.

Baca juga: Update Corona 10 Juni 2021 : 1.885.942 Kasus Positif, 1.728.914 Sembuh & 52.373 Meninggal

Miko menuturkan bahwa penanganan Covid-19 seharusnya sudah tidak lagi seperti petugas pemadam kebakaran, jika ada kebakaran lalu segera berjibaku memadamkan, karena yang dihadapi adalah virus yang tidak kelihatan. Ia pun mendorong langkah mitigasi yang tepat dengan mempertimbangkan berbagai indikator termasuk terkait surveilans, pelacakan kontak (contact tracing) dan pengujian (testing).

"Surveilans, contact tracing, dan testing ditingkatkan, itu adalah kuncinya, tapi upaya-upaya penanganan dan penanggulangan harus dilakukan," tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini