Usai Dihubungi Jokowi, Kapolri Segera Tangkap Preman di Pelabuhan Tanjung Priok

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423219 usai-dihubungi-jokowi-kapolri-segera-tangkap-preman-di-pelabuhan-tanjung-priok-YHzlRJLTTq.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa bakal segera menindak tegas seluruh preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghubungi Kapolri usai mendengar keluhan para sopir kontainer yang sering dipalak oleh preman di perbatasan Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

"Oknum dan preman akan segera kami bersihkan, tangkap dan tuntaskan," kata Sigit saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Eks Kabareskrim Polri itupun langsung menginstruksikan jajarannya di Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara untuk segera turun tangan membereskan aksi premanisme tersebut.

Menurutnya tidak ada satupun ruang untuk oknum-oknum melakukan tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat.

Baca juga: Sopir Kontainer di Tanjung Priok Curhat Sering Dipalak Preman, Jokowi Langsung Telefon Kapolri

Selain itu, mantan Kapolda Banten ini juga meminta jajarannya untuk segera membentuk tim demi menindak tegas seluruh preman yang kerap memalak para sopir truk tersebut.

"Segera kami turunkan tim untuk menindaklanjuti dan bereskan keluhan dari para sopir yang sering mendapatkan perlakuan tidak baik dari oknum dan preman," ujar Sigit.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Covid-19 Ribuan Pekerja Pelabuhan, Jokowi Ingin Penyuntikan Ditingkatkan

Sebelumnya dalam dialog dengan Presiden Jokowi, salah satu sopir kontainer, Agung Kurniawan (38) menyampaikan bahwa mereka kerap menjadi sasaran tindak premanisme.

"Begitu keadaan macet, itu di depannya ada yang dinaiki mobilnya, naik ke atas mobil bawa celurit atau nodong begitu, itu enggak ada yang berani menolong, Pak. Padahal itu depan, belakang, samping, kanan itu kan kendaraan semua, dan itu orang semua, dan itu sangat memprihatinkan," ujar Agung.

"Karena dia takut, kalau posisinya nanti dia membantu, preman-preman itu akan menyerang balik ke dirinya. Maka dia lebih memilih tutup kaca. Dan itu memprihatinkan sekali begitu, Pak," lanjutnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini