Data Kemenkumham Januari-Mei 2021: 151 Ribu WNA Masuk ke Indonesia

Kiswondari, Sindonews · Kamis 10 Juni 2021 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423127 data-kemenkumham-januari-mei-2021-151-ribu-wna-masuk-ke-indonesia-iP3XorH7Nx.jpeg foto: istimewa

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencatat bahwa sepanjang Januari-Mei 2021, ada sebanyak 151.563 warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia.

Hal ini diungkap Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

WNA terbanyak masuk melalui jalur penerbangan dengan total angka 76.442, melalui pelabuhan 74.987 dan PLBN 134 WNA.

Baca juga:  Visa Online, Ditjen Imigrasi Sebut WNA Tak Perlu Biro Jasa Urus Izin Tinggal

Yasonna memaparkan, pengawasan orang asing mengacu kepada ketentuan perundang-undangan yang mana, ini juga sering juga mendapat pemberitaan di media. Khusus dalam 1 tahun lebih terakhir ini, pihaknya mengedepankan kerja sama untuk penanganan baik orang asing maupun WNI yang masuk Indonesia atau keluar sesuai dengan protokol kesehatan.

"Pemberian izin masuk mengacu kebijakan Satgas covid sesuai dengan SE Nomor 8 tahun 2021 dan Permenkumham Nomor 26 tahun 202 dan juga kita fokus pada optimalisasi pengawasan administrasi pada masa adaptasi kebiasaan baru tahun ini. Mulai dari 1 Januari pak ketua sampai dengan 14 Mei orang asing yang masuk itu 151.563," kata Yasonna.

Baca juga:  Diperketat, Pengawasan Orang Asing di Tangerang Libatkan Polisi

Namun, Yasonna beralasan, jika dibandingkan dengan data sebelum Covid-19 yakni pada 2019, bulan Juni ada hampir 2 juta WNA yang masuk, lalu Mei itu 1.401.340 WNA. Sementara, sekarang ini di bulan Mei 2021 hanya ada 8.135. Hal ini menunjukkan bahwa ada penurunan yang sangat amat signifikan.

"Karena kita melakukan pembatasan yang sangat ketat melalui Permenkumham tentang pembatasan orang asing kembali, pasca apa yang terjadi di beberapa negara baik di Inggris di India dan di negara-negara lainnya agar pembatasannya menjadi lebih diperketat tentang kedatangan dan keberangkatan," terangnya.

Untuk data keluar masuk WNI, politikus PDIP ini membandingkan data sebelum pandemi 2019 dan 2021. Pada Januari sampai Mei 2021 kedatangan WNI itu 351, sementara sebelum Covid-19 ada 4,2 juta WNI.

Menurut dia, karena Malaysia sangat tingkat positif Covidnya, maka pihaknya betul-betul WNI yang kembali ke Tanah Air. Begitu juga pekerja migran Indonesia yang 1.000 dibandingkan dalam keadaan normal tanpa Covid.

"Jaadi betul-betul penurunan yang sangat besar yang tentunya juga berdampak bagi ekonomi kita" ucap Yasonna.

Sedangkan keberangkatan WNI, sambung dia, kalau Januari sampai Mei 2021 sebanyak 221 ribu, dibandingkan tahun 2019 itu sebanyak 10 juta orang.

"Betul memang angka yang itu tidak jumping lagi maka itu tadi itu betul dan sebagaimana kita ketahui dampaknya juga bagi industri pariwisata dan lain-lain menjadi sangat terasa buat kita," ungkap mantan politikus Senayan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini