Manipulasi Dana Hibah Rp1,1 Miliar, Ketua KONI Tangsel Ditahan Kejaksaan

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423033 manipulasi-dana-hibah-rp1-1-miliar-ketua-koni-tangsel-ditahan-kejaksaan-iEZTS3puwG.jpg Ketua KONI Tangsel Rita Juwita ditahan Kejaksaan (Foto: Hasan Kurniawan)

TANGERANG - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rita Juwita (RJ), ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah Rp1,1 miliar lebih.

Rita dianggap melakukan kongkalikong dengan bendahara KONI Kota Tangsel Suharyo, dalam memanipulasi laporan keuangan tahun anggaran 2019. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rita langsung ditahan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang. Rita ditahan, karena terindikasi melarikan diri dan ingin menghilangkan alat bukti.

Baca Juga:  Koruptor Proyek Jalan Jambi Ditangkap di Jakarta

Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangsel, Aliyansah mengatakan, Rita dan Suharyo dijadikan tersangka karena dinilai yang paling bertanggung jawab. "Dari hasil pengembangan, hari ini kita menetapkan satu tersangka lagi. Inisialnya RJ, menjabat sebagai Ketua KONI Kota Tangsel," katanya, di Kejari Tangsel, Serpong, Kamis (10/7/2021).

Dilanjutkan Aliyansah, penahanan Rita di Lapas Wanita Tangerang, dilakukan selama 20 hari, terhitung mulai hari ini di tingkat penyidikan. Dengan begitu, terbuka peluang adanya tersangka lain.

"Modusnya sama, memanipulasi laporan pertanggungjawaban dana hibah yang membuat kerugian negara sebesar Rp1,1 miliar lebih. Dia berperan memanipulasi pertanggungjawaban," ungkap Aliyansah.

Baca Juga:  3 Orang Ditetapkan Tersangka Korupsi Normalisasi Sungai Abab

Rita diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Juncto 55 Ayat (1) KUHP Pasal 2 atau 3 Juncto Pasal 18 UU 31/99 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Sebagaimana diubah dan ditambah UU RI No 20 Tahun 2021 sebagaimana diubah atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tippikor juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Ancamannya minimal 1 tahun, maksimal 4 tahun," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini