Korupsi Tanah di Munjul, Bos PT Adonara Absen Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2423002 korupsi-tanah-di-munjul-bos-pt-adonara-absen-dipanggil-kpk-sebagai-tersangka-C5gjgBuItp.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian, absen alias tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Kamis (10/6/2021). Sedianya, Tommy dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Tommy merupakan salah satu tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung,Kota Jakarta Timur, tahun 2019. Berdasarkan informasi yang diterima KPK, Tommy tak hadir karena beralasan sakit.

"Yang bersangkutan konfirmasi tidak dapat hadir dengan alasan sakit," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (10/6/2021).

Baca juga:  Kasus Korupsi Tanah Munjul, KPK Tahan Dirut PT Adonara Propertindo

Penyidik berencana menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap bos PT Adonara Propertindo tersebut pada Senin, 14 Juni 2021, pekan depan. KPK mengultimatum agar Tommy kooperatif hadir memenuhi panggilan tersebut.

"Penyidik mengagendakan kembali pemeriksaan pada Senin, 14 Juni 2021. KPK mengingatkan tersangka agar kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK," pungkasnya.

Baca juga:  Kasus Korupsi Tanah di Munjul, KPK Panggil Kepala BPKD DKI Jakarta

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, tiga orang tersangka itu yakni, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan (YRC).

Kemudian, Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian (TA), dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtuwene (AR). Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka dalam perkara ini yaitu, PT Adonara Propertindo (AP). Hingga saat ini, tinggal Tommy Adrian yang belum dilakukan penahanan oleh KPK.

Dalam perkara ini, Yoory Pinontoan disebut melakukan kesepakatan dengan Anja berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 8 April 2019. Yorry disebut sebagai pihak pembeli. Sedangkan Anja merupakan pihak penjual tanah.

Setelah dilakukan kesepakatan, terjadi pembayaran awal sebesar 50 persen atau sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory, dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada Anja Runtunewe sebesar Rp43,5 miliar.

KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut. Adapun, perbuatan melawan hukum tersebut meliputi, tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.

Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate: serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtunewe dan Periksa PT Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. Perbuatan itu kemudian diduga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp152,5 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini