Dituntut 6 Tahun Penjara, Habib Rizieq Bandingkan dengan Tuntutan Djoko Tjandra

Okto Rizki Alpino, Sindonews · Kamis 10 Juni 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 337 2422952 dituntut-6-tahun-penjara-habib-rizieq-bandingkan-dengan-tuntutan-djoko-tjandra-6O7rSOFFMc.jpg Habib Rizieq. (Foto : Okezone)

JAKARTA - Mantan pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab, yang menjadi terdakwa dalam kasus tes Swab RS UMMI menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6/2021). Dalam pembacaan pledoi itu, Habib Rizieq membandingkan tuntutan perkara yang menjeratnya dengan kasus suap red notice yang menjerat Djoko Tjandra dan kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasai.

Dalam kasus yang menjeratnya, HRS menilai tes swab RS UMMI pada November 2020 merupakan tindak kejahatan yang sangat besar ketimbang kasus Djoko Tjandra.

"Kasus korupsi Djoko Tjandra, ternyata Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut empat tahun penjara," kata Rizieq.

Selanjutnya, dia menambahkan, terdakwa lain dalam kasus yang sama yakni Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte yang ikut membantu Djoko Tjandra dalam pelarian hanya dijatuhi 3 tahun penjara.

"Brigjen Prasetjo lebih ringan lagi hanya, dituntut 2,5 tahun penjara," ujarnya.

Tak puas dengan kasus Djoko Tjandra, HRS juga membandingkan tuntutan jaksa atas kasus yang menjerat Bos Garuda Indonesia Ary Askhara, yang hanya dituntut 1 tahun penjara.

"Bahwa dalam konferensi pers online Indonesian Corruption Watch (ICW), pada 19 April 2020, dipaparkan data yang menunjukkan bahwa sepanjang 2019, dari 911 terdakwa korupsi, 604 orang dituntut di bawah empat tahun penjara," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, ketiga terdawa, yaitu Habib Rizieq, Hanif Alatas (menantu Habib Rizieq), dan dr Andi Tata (Dirut RS UMMI) disangkakan pasal 14 ayat 1 UU Nomor UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana karena diduga menyebarkan pemberitahuan bohong.

Baca Juga : Habib Rizieq Anggap Tuntutan 6 Tahun Penjara Sadis dan Tak Bermoral

Hal itu terkait pernyataan Habib Rizieq dalam keadaan sehat saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020, meski yang bersangkutan terkonfirmasi Covid-19 dengan alasan belum menerima hasil tes swab PCR.

Pada sidang tuntutan Kamis (3/6/2021) JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis bersalah kepada Habib Rizieq dengan hukuman pidana enam tahun penjara.

Tuntutan itu lebih dari setengah hukuman maksimal dalam Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang disangkakan JPU, yakni vonis 10 tahun penjara.

Hal memberatkan tuntutan JPU di antaranya Rizieq berstatus bekas narapidana karena pernah divonis bersalah dalam perkara 160 KUHP tentang Penghasutan pada tahun 2003 dan perkara 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang pada tahun 2008. Kedua perkara ini diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca Juga : Bacakan Pledoi, HRS Bandingkan Kasusnya dengan Kasus Ahok dan Novel Baswedan

"Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pencegahan Covid-19, bahkan memperburuk kedaruratan kesehatan. Terdakwa juga tidak menjaga sopan santun dan berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan," ujar JPU membacakan pertimbangan tuntutan, Kamis (3/6/2021).

Sementara terhadap Hanif dan dr Andi Tatat JPU menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 2 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini