Azyumardi Azra Bilang Banyak Toilet di Makkah & Madinah Tidak Layak Pakai

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 09 Juni 2021 23:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422741 azyumardi-azra-bilang-banyak-toilet-di-makkah-madinah-tidak-layak-pakai-87bH5IliS0.jpg Azyumardi Azra (Foto : Sindo)

JAKARTA - Cendekiawan Muslim yang juga mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menyebutkan saat ini sebagian besar lingkungan hidup ekosistem di negara-negara muslim mengalami kerusakan.

“Saya kira bukan hanya sekedar global warming, tapi soal ekosistem itu ini menjadi tantangan yang besar bagi dunia Islam secara keseluruhan ya. Jadi kalau kita mengadakan perjalanan ke wilayah-wilayah dunia muslim di manapun, sebagian besar lingkungan hidup ekosistem di dunia muslim itu rusak,” ungkap Azyumardi dalam dialog Krisis Iklim Global, Moral Manusia dalam Mengelola Bumi secara virtual, Rabu (9/6/2021).

Bahkan, kata Azyumardi sebagian besar rest area dari Makkah ke Madinah pun banyak yang toiletnya tidak layak, bahkan jauh mencerminkan ajaran Islam mengenai kebersihan.

“Kalau kita naik misalnya bus atau kendaraan-kendaraan dari dari Makkah ke Madinah itu, kalau kita mampir di rest area, maka kita akan menemukan toiletnya yang tidak layak buat Haji atau jamaah umroh ya, itu sama sekali jauh dari kebersihan tidak mencerminkan ajaran Islam mengenai kebersihan,” katanya.

Azyumardi pun mengatakan bahwa hal ini juga sama di negara-negara lain seperti Mesir juga Tunisia. “Saya juga keliling ke negara-negara besar yang lain, ke Mesir, ke Tunisia begitulah keadaannya, sama-sama lah.”

Namun, berbeda dengan negara Islam yang mayoritas penduduk aslinya sedikit dan kebanyakan adalah ekspatriat seperti di Qatar. “Kecuali mungkin negara-negara yang memang penduduk aslinya tidak banyak. Nah yang banyak seperti ekspatriat seperti Qatar, itu memang itu bukan seperti wilayah dunia muslim,” ujarnya.

“Seperti itu kan diurus oleh orang-orang asing the expatriate kalau kita lihat Qatar atau Emirat, penerbangan itu atau aljazirah itu yang ngurus tuh bukan orang Qatar, atau orang Arab, yang mengurus itu orang-orang Inggris atau orang-orang yang lain ya, yang jalankan itu. Hanya itu aja pengecualiannya,” paparnya.

Baca Juga :Menu BTS Meal Sebabkan Kerumunan di McD, Satgas Covid-19 Bereaksi

Azyumardi pun mengatakan bahwa keadaan ini jauh kontras dengan ajaran Islam. “Ajaran normatif Islam itu kan jelas kali kita harus bersahabat dengan lingkungan, dengan makhluk Allah yang lain. Kita menyatu dengan lingkungan hidupnya.”

“Hubungan baik harus dengan fauna flora itu harus baik. Kita enggak boleh buang air sembarangan. Kita nggak boleh menebang pohon sembarangan, itu jelas sekali ajaran normatifnya ya. Itu di deklarasi Istanbul yang dikutip di bagian belakang buku generasi terakhir ini, itu juga diungkapkan ajaran-ajaran normatif itu,” paparnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini