Pengertian Magnitudo, Skala Gempa dan Dampaknya

Tim Okezone, Okezone · Kamis 10 Juni 2021 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422720 pengertian-magnitudo-skala-gempa-dan-dampaknya-Ml18w2GPWM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Gempa bumi sering terjadi di seluruh dunia. Dengan besaran gempa yang bervariatif, mengakibatkan banyaknya kerusakan bangunan hingga jatuhnya korban jiwa. 

Masih banyak istilah yang berkaitan dengan gempa bumi dan penjelasan lain terkait hal ini. Tentunya, harus dipahami oleh masyarakat luas.

Berdasarkan data Litbang MNC Portal Indonesia, berikut ulasan singkatnya:

1. Magnitudo

Magnitudo memiliki arti sebagai ukuran kekuatan gempa bumi yang menggambarkan besarnya energi seismik yang dikeluarkan oleh sumber gempa dan dilihat oleh alat yang bernama seismograf. 

Dapat dikatakan, magnitudo sangat berkaitan erat dengan besarnya kekuatan gempa bumi di sumbernya. Ternyata, besaran magnitudo ini baru digunakan sebagai skala pengganti pengukur kekuatan gempa. Sebelumnya, BMKG menggunakan istilah skala Richter atau SR. 

2. Skala Gempa Bumi

Menurut data yang dipublikasikan oleh UPSeis Michigan Tech, ada beberapa kelas atau kelompok gempa dengan magnitudo berbeda. Untuk magnitudo 8 hingga lebih, masuk ke dalam kelompok great atau gempa berkekuatan hebat. Magnitudo 7-7,9 masuk ke dalam kategori besar.

Lanjutnya, magnitudo dengan skala 6-6,9 dispesifikasikan ke dalam kelompok gempa kuat. Magnitudo 5-5,9 masuk ke dalam kategori sedang. Untuk gempa dengan magnitudo 4-4,9 adalah gempa ringan. Skala gempa terendah atau minor adalah 3-3,9.

3. Intensitas Kerusakan (Skala MMI)

Merujuk data yang dipublikasikan oleh BMKG, pada skala I MMI tidak dirasakan getaran oleh manusia. Pada skala II MMI, getarannya dapat dirasakan oleh beberapa orang. Benda-benda yang digantung juga bisa bergoyang. 

Skala III MMI biasanya terdapat getaran yang nyata di dalam rumah. Getaran yang ada seakan-akan ada truk berlalu. Lanjutnya, skala IV MMI akan menyebabkan jendela dan pintu bangunan berderik dan dinding berbunyi.

Di skala V MMI, getaran yang ada dirasakan hampir oleh semua penduduk dan banyak barang akan terpelanting.

Pada skala VI MMI, getaran dirasakan oleh semua penduduk dan akan menyebabkan kepanikan. Bangunan mengalami kerusakan ringan.

Untuk skala VII MMI, kerusakan ringan biasanya terjadi pada bangunan dengan konstruksi baik. Bagi bangunan dengan konstruksi kurang baik, maka terjadi keretakan atau bahkan hancur. 

Skala VIII MMI akan menyebabkan keretakan pada bangunan berkonstruksi kuat dan dinding dapat lepas dari kerangka rumah.

Skala MMI selanjutnya adalah IX yang menyebabkan kerusakan kuat pada bangunan, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, dan ada banyak retakan. Rumah juga tampak agak berpindah dari fondasinya.

Skala X MMI biasanya menyebabkan rangka rumah lepas dari pondasi, tanah terbelah hingga mengakibatkan tanah longsor. Rel kereta api juga rel melengkung.

Skala selanjutnya adalah XI MMI. Pada skala ini, mengakibatkan kerusakan cukup parah dan hanya sedikit bangunan yang berdiri.

Terakhir adalah skala XII MMI yang berdampak kerusakan berat pada bangunan dan permukaan tanah tampak bergelombang. 

4. Besaran Gempa

Sementara itu, intensitas kerusakan bagi gempa dengan skala magnitudo menurut UPSeis Michigan Tech juga beragam. Magnitudo 8 atau bahkan lebih biasanya tergolong dalam gempa bumi dahsyat yang bisa menghancurkan segala objek di sekitaran pusat gempa. Gempa dengan magnitudo ini biasanya akan terjadi 5-10 tahun sekali.

Gempa bumi dengan magnitudo 7-7,9 biasanya akan menimbulkan kerusakan serius dan terjadi sebanyak 20 kali dalam setahun. Lanjutnya, magnitudo 6,1-6,9 akan mengakibatkan kerusakan di area dengan populasi tinggi. Perkiraan jumlah terjadinya adalah 100 kali per tahun. 

Selanjutnya, gempa bermagnitudo 5,5-6,0 yang tidak terlalu menyebabkan kerusakan pada bangunan dan terjadi 500 kali dalam setahun.

Adapula gempa dengan magnitudo 2,5-5,4 yang jarang terasa dan berdampak sangat kecil. Umumnya, gempa ini terjadi 30 ribu kali per tahunnya.

Terakhir adalah gempa dengan magnitudo 2,5 atau kurang. Gempa ini tidak terasa namun tetap terekam di seismograf dan terjadi sekitar 900 ribu kali per tahun. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini