Megawati Dapat Gelar Guru Besar Kehormatan, DPR: Layak sebagai Tokoh Bangsa

Tim Okezone, Okezone · Rabu 09 Juni 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422673 megawati-dapat-gelar-guru-besar-kehormatan-dpr-layak-sebagai-tokoh-bangsa-rCmjflpIad.jpg Megawati Soekarnoputri (Foto: Twitter PDIP)

JAKARTA - Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, akan diberi gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) oleh Universitas Pertahanan (Unhan) di bidang Kepemimpinan Strategik. Penyemayan gelar rencananya dilangsungkan dalam sidang senat terbuka Universitas Pertahanan RI pada Jumat 11 Juni 2021. 

Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mengatakan, pemberian gelar Profesor Kehormatan kepada Megawati bukan hanya sah dan legal, namun juga layak diberikan mengingat kapasitas beliau sebagai tokoh bangsa. Pemberian gelar profesor kehormatan adalah hal yang biasa terjadi di dunia akademis, bahkan dalam lingkup internasional.

Baca Juga: Megawati Jadi Profesor Kehormatan Unhan, Apa Alasannya?

Ia mencontohkan, Moscow State University memberikan gelar Profesor Honoris Causa kepada Manmohan Singh, Perdana Menteri India ke-14.

"Menurut saya pemberian gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Ibu Megawati bukan hanya sah dan legal, namun juga layak diberikan mengingat kapasitas beliau sebagai tokoh bangsa. pemberian gelar profesor kehormatan adalah hal yang biasa terjadi di dunia akademis, bahkan dalam lingkup internasional. Ia mencontohkan, Moscow State University memberikan gelar Profesor Honoris Causa kepada Manmohan Singh, Perdana Menteri India ke-14," kata Ketua Umum KBPP Polri dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).

Ditambahkan Evita, gelar tersebut layak diberikan mengingat kapasitas Megawati yang tidak hanya diakui di tingkat nasional, namun juga internasional. Terbukti melalui sembilan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang beliau terima dari universitas ternama di dalam negeri dan luar negeri, di antaranya Universitas Soka dan Universitas Waseda di Jepang, Korea Maritime and Ocean University dan Mokpo National University di Korea, Fujian Normal University di China, serta Moscow State Institute of International Relation di Rusia.

"Gelar tersebut layak diberikan mengingat kapasitas Ibu Megawati yang tidak hanya diakui di tingkat nasional, namun juga internasional. Terbukti melalui sembilan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang beliau terima dari universitas ternama di dalam negeri dan luar negeri, di antaranya Universitas Soka dan Universitas Waseda di Jepang, Korea Maritime and Ocean University dan Mokpo National University di Korea, Fujian Normal University di China, serta Moscow State Institute of International Relation di Rusia", tegas Evita.

Baca Juga:  Hari ini, Megawati dan Prabowo Resmikan Patung Bung Karno di Gedung Kemenhan

Selain itu, lanjut Evita, penganugerahan gelar dari berbagai universitas ternama dunia tersebut tentu berdasarkan penilaian prestasi dan kapasitas Megawati sebagai tokoh bangsa di antaranya adalah selain sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia, dalam kepemimpinannya melahirkan sejumlah lembaga/institusi negara antara lain Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selanjutnya, Megawati menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pascabom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia, serta memperkuat demokrasi dengan pertama kalinya diselenggarakan Pemilihan Umum Legislatif dan Presidensial secara langsung.

Oleh karena itu, Evita meyakini berbagai prestasi dan kapasitas Megawati tersebut yang menjadi dasar pemberian gelar Profesor Kehormatan oleh Unhan sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap Dalam Jabatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Negeri.

"Saya meyakini berbagai prestasi dan kapasitas Ibu Megawati tersebut yang menjadi dasar pemberian gelar Profesor Kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) oleh Universitas Pertahanan (Unhan) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 88 Tahun 2003 tentang Pengangkatan Dosen Tidak Tetap Dalam Jabatan Akademik Pada Perguruan Tinggi Negeri", tutup alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini