Bersaksi di Sidang Juliari, Para Pengusaha Akui Setorkan Fee Ratusan Juta ke Pejabat Kemensos

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 09 Juni 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422502 bersaksi-di-sidang-juliari-para-pengusaha-akui-setorkan-fee-ratusan-juta-ke-pejabat-kemensos-UDj8awM0Re.jpg Sidang korupsi Bansos Covid-19 (foto; MNC Portal/Arie)

JAKARTA - Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan sejumlah pengusaha, atau vendor proyek pengadaan bansos Covid-19 dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap dengan terdakwa mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara. Ada empat pengusaha yang dihadirkan pada persidangan hari ini.

Mereka yakni, Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Joseph Pesik; Direktur PT Global Tri Jaya, Raj Indra Singh; Direktur PT Total Abadi Solusindo, Mochamad Iqbal; serta Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin. Mereka mengakui telah menyetorkan uang puluhan hingga ratusan juta untuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemensos, Matheus Joko Santoso.

Baca juga;  Bersaksi di Sidang Suap Bansos, Pengusaha Ini Akui Diminta Rp3 Miliar

Pengakuan ini bemula ketika Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis mengonfirmasi satu-persatu saksi soal ada tidaknya aliran uang untuk pejabat Kemensos. Pertanyaan pertama tersebut ditujukan kepada Rocky Joseph Pesik.

"Kepada saudara Rocky, pernah kah saudara memberikan uang kepada Matheus Joko?" tanya Damis kepada Rocky di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (9/6/2021).

 Baca juga; Ketua DPC PDI-Perjuangan Kendal Bakal Bersaksi di Sidang Suap Bansos Covid-19

Rocky mengamini bahwa dia oernah memberikan uang kepada Matheus Joko. Uang yang diberikan Rocky saat itu berjumlah Rp150 juta sebagai ucapan terima kasih. Uang itu diserahkan Rocky kepada Matheus Joko dalam tiga kali tahapan.

"Iya, 3 kali 50 juta. (uang) terima kasih saja. Rp150 juta," kata Rocky.

Pertanyaan senada juga dilontarkan Hakim Damis kepada Raj Indra Singh. Kepada Hakim Damis, Raj Indra mengaku telah menyerahkan uang Rp100 juta kepada Matheus Joko. Uang itu, kata Raj Indra, diserahkan untuk membantu staf Matheus Joko di bagian administrasi.

"Ada, Rp100 juta. Saat itu saya selesai paket (bansos) ke 7 saya terus diminta beliau (Joko) bantu anak-anak, untuk adminstrasi, membantu anak-anak yang membantu administrasi. Saya serahkan satu kali," beber Raj Indra.

Baca juga;  Terungkap! Miliaran Rupiah Fee Bansos Corona Mengalir untuk Dirjen Hingga Sekjen Kemensos

Selanjutnya, Hakim Damis mengonfirmasi kepada saksi Mochamad Iqbal terkait ada tidaknya pemberian uang kepada pejabat Kemensos. Dalam pengakuannya, Iqbal mengatakan ada pemberian uang sebesar Rp400 juta kepada Matheus Joko.

"Pernah (memberikan) Rp400 juta, satu kali, di Kemensos," kata Iqbal.

Pemberian uang itupun diberikan karena ada permintaan dari Matheus dan Adi Wahyono untuk turut kontribusi atas kegiatan di Kemensos.

"Saya diminta kontribusi untuk kegiatan di kemensos pak oleh Adi dan Joko, (mereka) nggak minta Rp400 juta hanya diminta kontribusi, tidak disebutkan jumlahnya, itu hanya sisa dana pribadi saya yang mulia," papar Iqbal.

Berbeda dengan yang lain, saksi Go Erwin justru berdalih tidak pernah menyerahkan uang kepada pejabat Kemensos. "Tidak. Sama sekali tidak (pernah menyerahkan uang)" jawab Erwin kepada Hakim Damis.

Hakim merasa tidak percaya dengan pernyataan Go Erwin. Damis meminta Erwin memberikan pernyataan yang sebenarnya. Sebab, pada pemeriksaan sebelumnya, dia mengaku pernah memberikan uang dengan rincian Rp50 juta.

"Saya mohon saudara, semalam kan sudah memberi keterangan, kok beda lagi saudara. Ada yang dirinci Rp50 juta, Rp50 juta, anda ubah lagi keterangan saudara?" kata Damis

"Saya tidak mengatakan seperti itu," jawab Erwin.

Dalam perkara ini, Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap sebesar Rp32.482.000.000 (Rp32 miliar) dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan Bansos untuk penanganan Covid-19.

Puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

Uang sebesar Rp32 miliar itu diduga diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp1,28 miliar.

Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp1,95 miliar. Lantas, sebesar Rp29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini