Komisi II DPR Sebut Jadwal Pemilu 28 Februari 2024 Belum Final

Kiswondari, Sindonews · Rabu 09 Juni 2021 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422270 komisi-ii-dpr-sebut-jadwal-pemilu-28-februari-2024-belum-final-aKCBuAWbNP.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) Serentak pada 2024 dikabarkan akan dimajukan pada 28 Februari. Hal ini berdasarkan konsinyering antara Komisi II DPR, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Kamis (3/6/2021) yang menyepakati hal tersebut.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang, memastikan tanggal tersebut belum final. Poin kesepakatan yang beredar itu hanya pembicaraan tim bersama nonformal dan akan dibahas kembali bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk disepakati bersama.

"Raker khusus dengan Kemendagri untuk bahas dan ketuk. Jadi itu belum pasti semua," kata Junimart kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Info pelaksanaan Pemilu pada 28 Februari akan mundur ke 21 Februari, politikus PDIP ini menegaskan bahwa itu semua belum diputuskan, baru sekedar draf dari KPU, dan nanti akan ada draf dari Bawaslu. Namun sayangnya, draf itu sudah terlanjur beredar.

"Tapi ini keburu beredar, sesungguhnya rapat nonformal itu tertutup. Saya juga bingung kenapa itu bocor," ujarnya.

Menurut Junimart, pembahasan masih akan berlanjut.

Baca Juga : Tok! Pilpres 2024 Digelar 28 Februari dan Pilkada 27 November

Adapun anggaran Pemilu 2024 yang diajukan KPU bernilai 3 kali lipat, dia menjelaskan, anggaran yang diajukan KPU tidak sendiri. Tapi, anggaran itu menyangkut semua penyelenggara pemilu. Ini karena kali pertama Pemilu dan Pilkada digelar serentak. Pihaknya ingin pesta demokrasi ini tidak memakan korban seperti 2019 lalu di mana banyak petugas KPPS yang meninggal dunia.

"Kami minta KPU, Bawaslu dan Kemendagri untuk siapkan SDM-SDM cukup dan memang benar-benar sehat, tidak asal comot seperti selama ini. Misalnya PPS asal comot, tidak paham bisa jadi PPS," tutur Junimart.

Ia menambahkan, anggaran itu untuk memaksimalkan tahapan, dimulai pendaftaran sampai pada penghitungan suara, dan untuk memenuhi tahapan-tahapan dibutuhkan SDM.

Baca Juga : Terkait Desain Surat Suara Pemilu 2024, Begini Masukan DPR

"Besok (hari ini) kita akan bahas anggaran dengan Kemendagri, KPU, Bawaslu, DKPP, nanti bisa dilihat. Untuk semua, bukan melulu untuk anggaran 2022, karena kan tahapan pemilu udah berjalan tahun depan. paling lambat akhir tahun depan harus udah berjalan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini