Megawati Jadi Profesor Kehormatan Unhan, Apa Alasannya?

Riezky Maulana, iNews · Rabu 09 Juni 2021 08:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 337 2422268 megawati-jadi-profesor-kehormatan-unhan-apa-alasannya-DCjna5y088.jpg Foto: Okezone

JAKARTA  - Universitas Pertahanan (Unhan) akan memberikan gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) kepada Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Pengukuhan itu dilakukan melalui sidang senat terbuka yang berlangsung pada Jumat (11/6/2021).

(Baca juga: Foto Bersejarah! Momen Langka Bung Karno dengan Ibunda Tercinta di Teras Rumah)

Pemberian gelar profesor kehormatan itu karena Megawati lantaran berhasil menghadapi krisis multi dimensi di masa kepemimpinannya.

"Unhan mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia,” ujar Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian, Rabu (9/6/2021).

(Baca juga: Terekam CCTV, Emak-Emak Jadi Korban Begal Payudara Viral di Medsos)

Aspek lain yang dinilai, kata dia adalah Megawati menjadi presiden pertama perempuan di Indonesia. Bahkan, di era pemerintahan Megawati pertama kalinya diselenggarakan Pemilihan Umum Legislatif dan Presidensial secara langsung.

Menurutnya, Unhan juga telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan atas seluruh karya ilmiah Megawati sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor. Adapun gelar itu merupakan gelar Kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

"Beberapa guru besar dari dalam negeri yang memberikan rekomendasi akademik berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri papan atas. Sedangkan guru besar dari luar negeri berasal dari Jepang, Cina, Korea Selatan dan Perancis," ungkapnya.

Ditambahkannya, sebelum pengukuhan gelar oleh Ketua Senat Unhan dilakukan, Megawati akan menyampaikan orasi ilmiah. Selaku kandidat penerima gelar, Megawati juga akan didampingi sejumlah Guru Besar pendamping kandidat.

Rencananya, acara ini akan turut dihadiri sejumlah pejabat, mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Maruf Amin hingga sejumlah menteri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini