Foto Bersejarah! Momen Langka Bung Karno dengan Ibunda Tercinta di Teras Rumah

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 09 Juni 2021 06:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 337 2422174 foto-bersejarah-momen-langka-bung-karno-dengan-ibunda-tercinta-di-teras-rumah-UiglbxhKOs.jpg Tangkapan layar media sosial

PRESIDEN Pertama Indonesia, Soekarno merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi yang merupakan seorang guru sekolah rakyat dengan Ida Ayu Nyoman Rai, seorang keturunan bangsawan Bali. Sang Bung Besar dilahirkan di Surabaya, 1 Juni 1901.

(Baca juga: Kontroversi Supersemar: Bung Karno Terancam Baku Tembak Ajudan dengan 2 Jenderal)

Pada sebuah kesempatan, Putra sang Fajar terlihat bersama Ibunya di teras rumah yang diabadikan dalam sebuah foto lawas. Julukan sang Fajar tersebut diberikan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai.

Dilansir buku autobiografi berjudul Bung Karno ‘Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’, yang ditulis Cindy Adams, Sukarno mengisahkan julukan itu. Dia mengatakan, suatu pagi saat matahari mulai terbit, Ida mendekap Sukarno kecil dalam pelukannya. Sang ibu bilang, "anakku engkau sedang memandangi matahari terbit. Ibu melahirkanmu di saat fajar menyingsing."

Foto bersejarah tersebut dibagikan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di akun media sosialnya. Bamsoet juga menulis sekelumit kisah perjalanan si Bung Besar yang mungkin belum ada di media.

Berikut ini tulisan mantan wartawan tersebut yang dilansir dari Instagramnya, Selasa (8/6/2021).

(Baca juga: Kisah Nyoman Rai Srimben, sang Ibunda Soekarno)

Ida Ayu Nyoman Rai, sang ibunda Soekarno, lahir sekitar tahun 1881 sebagai anak kedua dari pasangan Nyoman Pasek dan Ni Made Liran. Sewaktu kecil orang tuanya memberi nama panggilan Srimben, yang mengandung arti limpahan rezeki yang membawa kebahagiaan dari Bhatari Sri.

Sang proklamatorlah yang menambahkan gelar Ida Ayu, titel bagi wanita brahmana Bali, di depan nama ibunya yang terlahir sebagai Nyoman Srimben karena bagi beliau ibunya adalah seorang yang terhormat dan sama stratanya dengan kelas brahmana dalam sistem sosial Bali masa itu.

Nama asli sang bu adalah Nyoman Srimben dari klan Pasek dan bukan dari klan brahmana. Srimben bermakna limpahan rejeki dari Dewi Sri.

Ibu Soekarno muda adalah seorang penari dan sering menari di pura. Ayah Soekarno, Raden Soekemi Sosrohardjo, kerap beristirahat di depan pura yang sejuk sepulang mengajar di Sekolah Rakyat Gubernemen di Singaraja-Bali.Suatu hari ia melihat paras cantik Pasek Nyoman Srimben dan jadi lebih sering beristirahat di depan pura.

Akhirnya sang guru menyapanya suatu hari dan mereka kemudian berkenalan. Cinta tumbuh di hati keduanya perlahan-lahan.

Dalam upaya kawin lari karena hubungan mereka tak direstui oleh orang tua sang gadis, pasangan muda yang dimabuk cinta terkejar oleh warga. Polisi kolonial menengahi dan Raden Soekemi diharuskan membayar denda adat untuk bisa membawa pergi calon istrinya.

Di luar dugaan, Nyoman Srimben merelakan semua perhiasannya untuk membayar denda itu Mereka berdua kemudian menikah di Jawa dan putra kedua mereka, Soekarno,lahir saat fajar pada 6 Juni 1901.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini