Keseimbangan Baru Perang Melawan Covid-19, Ikuti News RCTI+

MNC Media, · Selasa 08 Juni 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 337 2421765 keseimbangan-baru-perang-melawan-covid-19-ikuti-news-rcti-3UgaGY42ef.jpg (Foto: MNC Media)

JAKARTA – Perkembangan pandemi Covid-19 tampaknya menemukan keseimbangan baru. Meski masih banyak yang masih berjuang keras, namun ada sejumlah negara yang tergolong berhasil mengatasinya. Bahkan mereka tidak mewajibkan warganya memakai masker. Setidaknya ada harapan baru untuk bisa lepas dari pandemi ini. News RCTI+ memberitakan setiap perkembangan yang terjadi terkait Covid 19.

Saat ini sudah banyak tercipta vaksin untuk melawan serangan virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China tersebut. Di Indonesia sendiri, dikenal banyak macam yaitu vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac. Tingkat keampuhan dalam melawan virusnya juga bermacam-macam.

Hampir semua negara saat ini sedang berlomba untuk memvaksin warganya agar tercipta kondisi masyarakat yang bisa bertahan menghadapi Covid 19. Vaksin yang tercipta saat ini memang belum bisa menghindarkan orang 100% dari paparan virus tersebut. Kita masih sering mendengar ada orang yang terinveksi virus Covid-19 padahal sudah disuntik vaksin 2 kali. Apalagi diketahui virus tersebut terus melakukan mutasi hingga muncul jenis virus-virus Corona jenis baru. Karena itu, meski sudah divaksin mereka dianjurkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara baik.

Yang menarik, ada sejumlah negara yang sudah tidak mewajibkan warganya memakai masker setelah divaksin sebanyak dua kali. Salah satunya di Amerika Serikat (AS). Kebijakan itu ditempuh karena vaksinasi dilakukan secara massif hingga AS telah berhasil memvaksin 200 juta lebih penduduknya. Selain itu, ada Hungaria, Australia dan Selandia Baru yang juga tidak mewajibkan warganya memakai masker. Di Wuhan, China, wilayah yang diduga sebagai asal Covid-19 juga telah bebas masker. Ini contoh keberhasilan sejumlah negara dalam memerangi Covid-19.

Namun negara lain yang program vaksinasinya tidak secepat AS dan negara lain, harus bersabar dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. Di Indonesia, menurut data Kemkes.go.id sampai 4 Juni 2021, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dua kali sebanyak 11.070.389 orang. Capaiannya masih 27,27% dari target sasaran vaksinasi Covid-19.

Pemerintah berusaha keras untuk melakukan vaksinasi. Bahkan pemerintah sudah membuka kran program vaksinasi gotong royong. Semua ditujukan agar vaksinasi bisa lebih cepat. Hal ini wajar karena hingga saat ini belum ditemukan obat untuk bisa menyembuhkan pasien yang terpapar Covid 19. Sehingga vaksin menjadi harapan yang paling rasional untuk dilakukan secara cepat dan massif. Semakin banyak yang sudah tervaksin, perang melawan covid akan lebih mudah dilakukan.

Pandemi ini mendapat perhatian serius dari semua negara. Tidak saja virus tersebut membuat sakit hingga meninggal warganya, namun Covid 19 telah melumpuhkan sendi-sendi ekonomi dunia. Banyak sekali bisnis yang dulu kokoh kemudian gulung tikar. Mulai bisnis pariwisata, bisnis transportasi hingga kuliner banyak yang menyerah dan masih banyak yang lainnya yang angkat tangan.

Kehidupan seakan mandek. Banyak orang takut bepergian. Orang takut keluar rumah karena khawatir terjangkit virus. Orang yang biasanya suka nongkrong di kafe berjam-jam juga mengubah kebiasaannya tersebut. Banyak orang akhirnya banyak beraktifitas di rumah. Bekerja pun sejak awal Covid menyebar, banyak kantor menerapkan work from home (WFH). Semuanya diarahkan bagaimana tetap bisa melanjutkan bisnis namun tetap terjaga kesehatannya.

Hingga kini Covid-19 masih menjadi isu sentral di dunia. Karena masih sedikit negara yang mampu menghandle pergerakan virus tersebut seperti Selandia Baru dan Australia. Sebaliknya sejumlah negara mengalami peningkatan jumlah penderita Covid hingga tak terkendali. Ada India yang tiap harinya bisa mencapai 300 ribu penduduknya terinfeksi Corona. Ada juga wabah di Meksiko dan Brasil yang tak kalah mengerikannya. Karena tak bisa ditangani sendiri, banyak negara bahu-membahu untuk mengatasi pandemi ini. Sejumlah negara akhirnya membantu India yang sudah kewalahan menghadapi serangan Covid-19.

Berbagai fenomena yang terjadi dalam pandemi ini semua direkam di News RCTI+. Hampir di semua kanal menyuguhkan berita-berita mengenai Covid-19 dan turunannya. Kanal Nasional, misalnya, menyoroti berbagai perkembangan penanganan dan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Sekarang yang menjadi isu utama adalah kenaikan angka Covid-19 pasca Mudik Lebaran kemarin. Tak hanya di Jakarta, sejumlah daerah juga mengalami peningkatan yang signifikan.

Di Kanal Global, banyak menayangkan berita-berita perkembangan pandemi covid di seluruh dunia. Negara mana yang angkanya menurun ataupun naik. Juga bagaimana banyak negara berlomba untuk membuat vaksin yang lebih ampuh lagi. Karena ternyata dalam perkembangannya, virus Covid 19 terus mengalami mutasi menjadi lebih cepat menular dan lebih ganas. Ada yang sudah ditemukan seperti virus covid dari Inggris, Afrika Selatan dan India. Mereka merupakan virus Covid jenis baru yang sudah memyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Makanya semua negara waspada.

Adapun kanal Gaya Hidup di News RCTI+, banyak mengupas berita-berita Covid dari segi medis dan tips-tips penting untuk melawan Covid-19. Seperti berita mengenai orang yang punya riwayat penyakit hipertensi dan diabetes ternyata lebih berisiko ketika terpapar Covid 19. Apa saja makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas sehingga bisa melawan virus dan masih banyak lagi yang lain.

Begitu juga kanal-kanal lain seperti kanal Seleb pun juga banyak memberitakan soal Covid. Misalnya ada artis yang terkena Covid diberitakan di Kanal Seleb dengan mendalam dan berbagai angle yang menarik. Mulai dari Dewi Perssik, Maia Estianty, Atta Halilintar, Fatin Shidqia, Paula Verhouven, Ashanty, dan masih banyak lagi. News RCTI+ memberitakan setiap perkembangan para artis tersebut dari bagaimana dia terpapar, bagaimana pengobatannya hingga bisa sembuh dan berkumpul kembali dengan keluarga. Begitu juga Kanal Ekonomi yang meneropong dampak yang ditimbulkan pandemi terhadap kegiatan ekonomi nasional maupun global.

Co-Managing Director RCTI+ Valencia Tanoesoedibjo mengatakan News RCTI+ terus secara konsisten memberitakan setiap perkembangan dari pandemi Covid-19. ‘’Berita soal Covid-19 sangat penting. Semua orang terdampak baik langsung maupun tidak langsung. Sehingga mereka selalu memantau apa yang terjadi terkait Covid-19 baik soal vaksin, mutasi virus, hingga dampaknya bagi kehidupan ekonomi,’’ papar Valencia. Dalam pemberitaannya, RCTI+ juga mendorong masyarakat untuk selalu menaati protokol Kesehatan serta mendukung pemerintah dalam upaya memerangi virus Covid-19.

Sebagai news aggregator, berita-berita di News RCTI+ disuplai oleh para publisher yang kompeten dan kredibel. Sejauh ini sudah ada 81 publisher dari berbagai genre yang sudah bekerja sama dengan News RCTI+. Sebanyak 81 publisher menyuplai berita 7.500 hingga 9.000 setiap hari ke News RCTI+ dalam berbagai isu di segala bidang. Ribuan berita tersebut ditampung dalam 14 kategori atau kanal. Yaitu, Berita Utama, Terkini, Populer, Otomotif, Travel, Ekonomi, Gaya Hidup, Muslim, Seleb, Teknologi, Olahraga, Global, Nasional, dan Infografis.

Publisher-publisher yang telah berkolaborasi dengan RCTI+ diantaranya : Okezone.com, Sindonews.com, Inews.id, dan masih banyak lagi. Tak hanya publisher yang home base-nya di Jakarta, News RCTI+ juga menggandeng banyak publisher berpengaruh yang markasnya di daerah.

News menjadi satu bagian penting dari lima pilar yang ada di RCTI+. Selain news, empat pilar lainnya adalah video, audio, home of talent (HOT), dan games. Sehingga jika sudah cukup dengan informasi berita di News RCTI+, para pembaca juga bisa langsung melanjutkan petualangannya dengan menonton original series dan original movies, mendengarkan radio, bermain games hingga menonton bakat-bakat para seniman di home of talent (HOT). Banyak hiburan dan juga pengetahuan penting dan mengasyikkan tersaji sangat lengkap di RCTI+. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini