Cerita Raja Majapahit Menikahi Abdi Dalem Istana, Supaya Sembuh dari 'Raja Singa'

Doddy Handoko , Okezone · Selasa 08 Juni 2021 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 337 2421687 cerita-raja-majapahit-menikahi-abdi-dalem-istana-supaya-sembuh-dari-raja-singa-UrRGnJA78K.jpg Ilustrasi

RADEN Bondan Kejawan adalah putra ke 14 Prabu Brawijaya atau Bhre Kertabumi adalah raja Kerajaan Majapahit terakhir dengan seorang Putri Wandan Sari, seorang dayang yang biasa melayani permaisuri Prabu permaisuri Prabu Brawijaya, Dewi Dwarawati (Putri Campa).

Hal itu tertuang dalam "Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647". (terj.). 2007. Yogyakarta.

Putri Wandansari, namanya adalah Bondrit Cemara, seorang abdi dalem atau pelayan istana asal daerah Wandhan, Sulawesi. Ia diambil istri selir Bhre Kertabhumi karena wangsit yang diterima saat sakit sipilis atau raja singa.

Dalam meditasinya, ia mendapatkan pawisik jika ingin sembuh, ia harus menikahi seorang pelayan wanita berdarah Wandhan. Perempuan itu harus menjadi istri Bhre Kertabhumi yang terakhir.

Sejarah populer menjelaskan, Bhre Kertabhumi sembuh setelah menikahi Bondrit Cemara. Ia kemudian dikenal sebagai Wandhan Kuning yang melahirkan Raden Bondan Kejawan.

Ketika putri Wandan Sari ini melahirkan anak dari benih Prabu Brawijaya, bayi tersebut diberikan kepada Ki Buyut Masahar dengan pesan agar bayi tersebut dilenyapkan.

Baca Juga : Kisah Peperangan Kadipaten Madiun & Mataram Berujung Percintaan

Prabu Brawijaya berpesan demikian, karena menurut ramalan para ahli nujum anak ini kelak akan membawa keburukan bagi kerajaan Majapahit. Akan tetapi anak ini justru dipelihara oleh Ki Buyut Masahar.

Suatu ketika Ki Buyut Masahar menghadap ke Majapahit dan anak yang kemudian diberi nama Bondan Kejawan ini ikut.

Ketika Ki Buyut Masahar sibuk dalam pisowanan, Bondan Kejawan justru memukul-mukul gong Kyai Sekar Delima yang menjadi salah satu pusaka Keraton Majapahit. Bondan Kejawan ditangkap dan dihadapkan pada Prabu Brawijaya.

Ketika Prabu Brawijaya mengetahui hal itu Bondan Kejawan akan dihukum mati. Akan tetapi atas penjelasan Ki Buyut Masahar, Prabu Brawijaya kemudian tahu bahwa Bondan Kejawan adalah anaknya sendiri. Hukuman mati pun dibatalkan.

Setelah itu Bondan Kejawan justru diberi hadiah berupa senjata pusaka, yang salah satunya adalah tombak Kyai Pleret.

Bondan Kejawan kemudian disuruh berguru kepada Ki Ageng Tarub. Ki Ageng Tarub yang dengan Dewi Nawangwulan memiliki putri bernama Nawangsih.

Ia kemudian dinikajkan dengan Dewi Nawangsih . Perkawinan ini turun temurun sampai menurunkan Ki Agebg Sela, punya anak Ki Ageng Pemanahqn yang kemudian menurunkan Sutowijoyo.

Makam Bondan Kejawen di Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini