Mengapa Pemerintah Ngotot Gelar Pembelajaran Tatap Muka?

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 08 Juni 2021 04:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 337 2421664 mengapa-pemerintah-ngotot-gelar-pembelajaran-tatap-muka-JvINHhGhyr.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

TANGERANG SELATAN - Pemerintah membuka opsi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, pada tahun ajaran baru Juli 2021 ini. Demikian diungkapkan Direktur SMP Kemendikbud, Mulyatsyah.

Menurutnya, opsi PTM pada tahun kedua pandemi Covid-19 ini harus tetap dibuka. Sehingga, para siswa dan orangtua memiliki pilihan lain, selain Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang telah dilaksanakan setahun terakhir.

"Sesuai SKB 3 Menteri, mulai dari periode Maret sampai Juni 2020, pada SKB yang pertama itu seluruh zona, merah, hijau dan semua tidak diberlakukan pembelajaran tatap muka," katanya, saat zoom meeting, Senin (7/7/2021).

Dengan demikian, sejak itu seluruh siswa melaksanakan PJJ. Namun, pada 15 Juli sampai 7 Agustus 2020, PTM mulai dibolehkan secara terbatas, hanya untuk wilayah zona hijau saja. Sedang wilayah zona lainnya tetap PJJ.

"Kemudian, pada Agustus akhir sampai Desember 2020, kita lakukan pengkajian kembali dan penyesuaian PTM dapat dilakukan dengan syarat tertentu, baik pada zona hijau, dan kuning," sambungnya.

Sedang wilayah yang masuk zona orange dan merah, tetap melanjutkan belajar dari rumah sesuai dengan opsi pertama, yakni PJJ. Memasuki Januari 2021, Kemendikbud melakukan kajian PJJ dan PTM terbatas yang telah dijalankan.

"Terakhir, pada Januari 2021 sampai sekarang, dari hasil kajian yang dilakukan oleh Kemendikbud seiring dengan perkembangan fluktuasi pandemi Covid-19, ternyata terjadi dampak pada anak-anak," ungkapnya.

Selama PJJ setahun terakhir, terjadi lonjakan angka anak putus sekolah, terdapat penurunan pencapaian belajar pada anak dan kesenjangan pencapaian pada anak, hingga meningkatnya laku kekerasan pada anak usia sekolah.

Menurutnya, PJJ yang berkepanjangan, menimbulkan dampak sosial dan psikologis yang cukup serius pada anak. Dari hasil kajian itulah, pihaknya kekeh membuka opsi PTM secara terbatas, selain PJJ, pada Juli 2012.

Untuk mencegah cluster Covid-19 di sekolah, pihaknya akan mengebut proses vaksinasi terhadap 5,9 juta guru dan tenaga pengajar, karena dari segi usia, para guru ini lebih rentan terpapar Covid-19 ketimbang para siswa.

"Olah sebab itu, kita terus mencari formulasi, dan diimbau kepada seluruh sekolah, pada Juli 2021, kita harus membuka opsi PTM ini. Maksudnya, memberi peluang tidak hanya PJJ, tapi juga opsi untuk PTM," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini