Guru Tetap Mengajar Meski Terindikasi Covid-19, Sekolah di Pekalongan Ditutup

Widya Michella, MNC Media · Senin 07 Juni 2021 22:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 337 2421621 guru-tetap-mengajar-meski-terindikasi-covid-19-sekolah-di-pekalongan-ditutup-nkka6LezoJ.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Salah satu SMP di pekalongan berakhir ditutup akibat satu guru terindikasi Covid 19. Sebelumnya, guru tersebut telah kehilangan indera penciuman namun tetap mengajar PJJ lantaran tidak ingin kehilangan tunjangannya.

"Akhirnya sekolahnya ditutup total untuk memudahkan tes dan karantina beberapa staf menolak diisolasi. Karena berimplikasi ke tunjangan, kalau mereka tidak datang absen itu ada faktor tunjangan yang dipotong,"papar Erlina dalam Webinar dengan tema "Kelayakan PTM terbatas di tahun ajaran baru 2021" pada Senin,(07/06/2021)

Akibat perbuatannya tersebut, menulari 37 orang yang terdiri dari puluhan guru dan staf lain. Untungnya sekolah belum mengadakan pertemuan tatap muka bersama siswa.

Oleh karena itu ia meminta agar sekolah, pemerintah dan orang tua dapat bekerjasama mematuhi Protokol Kesehatan.

"Jadi kunci pembuka sekolah kami setuju dengan Bu Retno dan disbud itu sekolah, pemerintah dan orang tua itu harus bekerjasama. Untuk sekolah harus melengkapi daftar periksa, pendidik tervaksinasi lengkap, tatap muka terbatas dual moda, rotasi dan ada protokol danprotokol dan satgas covid," jelasnya.

Di sisi lain pemerintah, lanjut Erlina juga harus mengawasi tindakan sekolah yang melanggar protokol, memiliki aturan yang jelas jika sekolah perlu menutup kembali bila ada penularan serta kapasitas tesnya tercukupi.

"Tracing harus berjalan dengan baik dan datanya harus di sampaikan secara transparan kepad apublik karena bagi guru, orang tua murid dan murid, kita berhak tau kondisi penanganan pandemi di daerah kita itu seperti apa. Sehingga kita bisa membuat keputusan yang lebih baik mengenai kegiatan apa yang aman dan tidak aman"ucapnya.

Kemudian orang tua dapat mengijinkan anaknya kembali ke sekolah atau tidak mengijinkan tatap muka terlebih dahulu, harus memberikan contoh mengajarkan protokol yang benar dan juga perlu membantu pelaksanaan protokol di sekolah.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini