Deretan Tokoh Fenomenal Kopassus, dari Sosok Pencetus hingga Prabowo Subianto

Tim Okezone, Okezone · Selasa 08 Juni 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 337 2421616 deretan-tokoh-fenomenal-kopassus-dari-sosok-pencetus-hingga-prabowo-subianto-LXQSxyn0VL.jpeg Prabowo Subianto. (Foto: Dok IG @prabowoupdate)

JAKARTA - Kopassus atau Komandan Pasukan Khusus masuk ke dalam bagian Komando Utama tempur milik TNI AD. Berbagai prestasi ditorehkan pasukan baret merah dengan moto 'berani, benar, berhasil'.

Perjalanan panjang Kopassus dari awal terbentuk hingga saat ini tak lepas dari peran sederet tokoh yang menjadi ujung tombak tim khusus ini.

Berdasarkan data Litbang MNC Portal Indonesia, berikut deretan tokoh fenomenal Kopassus:

1. Slamet Riyadi

Memiliki nama lengkap Ignatius Slamet Rijadi atau lebih akrab dengan sebutan Slamet Riyadi, dialah yang pertama kali mencetuskan ide dibentuknya Kopassus. Namun, pemikiran tersebut baru bisa diimplementasikan dan direalisasikan oleh Alex Kawilarang.

Slamet Riyadi

Di usianya yang masih sangat muda, 23 tahun, Slamet memimpin pasukan yang ditugaskan untuk membasmi pemberontakan RMS di wilayah Timur Indonesia. 

Baca juga: Kisah Ajaib Prajurit Kopassus Selamat dari Ledakan Granat di Palagan Timor

Slamet Riyadi gugur tertembak pada 4 November 1950 di Ambon saat pertempuran RMS. 

2. Alex Kawilarang

Kolonel Alex Evert Kawilarang atau A.E Kawilarang memimpin penumpasan pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) dan membentuk pasukan komando Angkatan Darat.

Alex Kawilarang.

Kariernya dalam dunia militer juga terlihat cerah. Tak hanya menumpas RMS, Alex pun berjasa dalam penumpasan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dam DI/TII. 

3. Muhammad Idjon Djanbi

Idjon Djanbi, disebut sebagai tokoh yang sangat berpengaruh bagi Kopassus. Bernama asli Rokus Bernardus Visser, Idjon merupakan mantan perwira instruktur Pasukan Khusus Belanda.

Baca juga: Selayang Pandang Idjon Djanbi, Pendiri Kopassus Eks Sopir Ratu Belanda di Perang Dunia II

Pada tahun 1952, Kolonel Alex Kawilarang memanggil Idjon untuk menjadi pelatih bagi sebuah pasukan elite demi menumpas DI/TI. Ia pun menerima tawaran itu dan mengasah mental serta fisik para anggota TNI AD terpilih agar menjadi prajurit tangguh dan memiliki kualitas tinggi. 

4. Sarwo Edhie Wibowo

Ayah mertua dari Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sempat menjabat sebagai Komandan RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat). 

Saat peristiwa pengkhianatan G30S/PKI, Sarwo Edhie dan pasukannya berhasil mengangkat jenazah para jenderal dan perwira TNI AD di Lubang Buaya. Ia juga ikut membasmi PKI di daerah Jawa Tengah.

5. Prabowo Subianto

Prabowo sudah ditugaskan menjadi Komandan Pleton Group I sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Leste (dulu Timor Timur) di usianya yang baru 26 tahun. 

Meskipun masih sangat muda, namun Prabowo dan pasukannya mendapat perintah untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato, Perdana Menteri pertama Timor Timur. 

Karena kecekatannya dalam melakukan pendekatan dengan keluarga Nicolao, Prabowo akhirnya bisa mendeteksi keberadaan Nicolau di wilayah Maubisse sekitar 50 km dari selatan Dili. Nicolau tewas ditembak di lembah Mindelo pada akhir Desember 1978.

Selaanjutnya, Prabowo juga berhasil menangkap Letkol Xanana Gusmao. Karena keberhasilannya tersebut ia kemudian dipercaya sebagai Wakil Komandan Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus pada 1983.

Pada bulan Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini