Share

Sidang Kebakaran Kejagung, Tim Kuasa Hukum Berharap Hakim Berikan Putusan Bebas

Ari Sandita Murti, Sindonews · Senin 07 Juni 2021 22:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 337 2421615 sidang-kebakaran-kejagung-tim-kuasa-hukum-berharap-hakim-berikan-putusan-bebas-IA6xjlyp1L.jpg Foto: Ari Sandita

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus kebakaran Gedung Kejagung dengan agenda duplik dari kubu terdakwa. Dalam dupliknya, tim kuasa hukum berharap majelis hakim memberikan putusan untuk membebaskan para terdakwa dengan segala tuntutan.

"Kami harap majelis hakim mengerahkan seluruh kemampuan akademiknya dalam memeriksa perkara a quo sehingga dapat memberikan putusan seadil-adilnya pada para terdakwa dan memutus bebas," ujar pengacara para terdakwa, Ega Laksmana Triwira Putra, Senin (7/6/3022).

Menurutnya, duplik yang disampaikan pihaknya membahas tentang barang bukti yang harus bisa membuat terang suatu kasus sebagaimana yang disampaikan ahli hukum pidana dari UPN Veteran Jakarta, Beniharmoni Harefa dalam sidang sebelumnya. Dia menyebut bukti harus lebih terang daripada cahaya atau dalam istilah hukumnya disebut in criminalibus, probationes bedent esse luce clariores.

"Sebagaimana yang sudah kita saksikan (selama persidangan), Jaksa Penuntut Umum tak bisa menghadirkan bukti-bukti yang terang. (Misalnya) Puntung rokok dari 5 para terdakwa ini dari JPU tak bisa memastikan puntung rokok siapa yang menjadi penyebab kebakaran," tuturnya.

Baca juga: Tukang Bangunan Dicecar soal Rokok Terkait Kebakaran Gedung Kejagung

Selain itu, kata dia, dalam persidangan, baik JPU maupun saksi dari pihak kepolisian tak bisa menghadirkan bukti berupa puntung rokok yang menjadi penyebab kebakarannya itu. Mereka hanya menghadirkan roko baru yang utuh, sebagaimana rokok baru dalam bungkusan yang dibeli di minimarket.

"Seharusnya puntung rokok dari awal mereka melakukan penyelidikan dan penyidikan (hingga persidangan) bisa menghadirkan, ini lho buktinya puntung rokok yang menjadi penyebab kebakaran, tapi hanya bisa menghadirkan rokok baru yang utuh, selayaknya kita beli di Indomaret dan itu dijadikan seolah-olah rokok itulah penyebab kebakaran," katanya.

Baca juga: Sidang Vonis Kebakaran Kejagung Digelar pada 1 Juli

Adapun sidang kasus kebakaran gedung utama Kejagung RI beragendakan duplik dari kubu terdakwa atas tanggapan replik JPU digelar di ruang sidang 5 PN Jaksel dengan majelis hakim ketua, Elfian, dan dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), penasihat hukum, dan enam terdakwa, yakni Uti Abdul Munir selaku mandor, Imam Sudrajat selaku pekerja pemasangan wallpaper, terdakwa Sahrul Karim, Karta, Tarno, dan Halim selaku pekerja bangunan.

Sidang kasus tersebut bakal kembali digelar pada Kamis, 1 Juli 2021 mendatang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis terkait kasus kebakaran gedung utama Kejagung RI. Adapun dalam sidang sebelumnya yang beragendakan pembacaan tuntutan oleh JPU, terdakwa Uti Abdul Munir dituntut selama 1 tahun dan 6 bulan penjara, terdakwa Imam Sudrajat dituntut satu tahun penjara, dan terdakwa Sahrul Karim, Karta, Tarno, serta Halim dituntut satu tahun penjara.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini