Mahfud : 12 Kali Mau Dirobohkan, Saya Menangkan KPK Terus

Tim Okezone, Okezone · Minggu 06 Juni 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 337 2420852 mahfud-12-kali-mau-dirobohkan-saya-menangkan-kpk-terus-cOPBORwBoJ.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku selalu mendukung penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak dulu. Hal itu diungkapkannya terkait polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pada pemecatan terhadap 51 pegawai yang dianggap dapat melemahkan KPK.

Mahfud mengatakan, ketika menjadi Ketua MK, dirinya selalu memenangkan KPK dari upaya pelemahan.

"Sejak dulu saya pro KPK. Saya Ketua MK berapa kali? 12 kali itu (KPK) mau dirobohkan lewat undang-undang. Saya menangkan KPK terus," katanya saat diskusi dengan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Meski begitu, Mahfud mengaku tak bisa berbuat banyak terkait pemecatan 51 pegawai KPK yang dinilai berintegritas. Ia mengatakan keputusan pemecatan itu tak terletak hanya di pemerintah, tapi juga melibatkan DPR, partai politik, hingga civil society yang saat ini ia nilai tengah terpecah.

Dalam dialog tersebut, terdapat akademisi yang mengaku kenal baik dengan penyidik KPK. Ia pun menyatakan penyidik KPK adalah orang baik.

Baca Juga : Mahfud MD : Kalau Saya Presiden, Novel Baswedan Jaksa Agung

"Kata bapak orang itu (pegawai KPK) orang baik. Tapi, ya itu kata bapak dan saya. Kata yang lain tidak. Ukurannya siapa yang mau dianggap benar?" ujar Mahfud.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya sewaktu diperiksa penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang termasuk dalam 51 pegawai yang dipecat.

Saat itu, Mahfud MD sebagai Ketua MK memenuhi panggilan pemeriksaan dari Novel yang tengah mengurus perkara korupsi. Namun, Mahfud tidak menjelaskan lebih detail soal kasus apa dirinya diperiksa. Saat itu, ia mengaku pemeriksaan berjalan cepat.

Baca Juga : Mahfud Ajak Akademisi di Yogyakarta Perbaiki Moral Bangsa

"Saya datang periksa. Saya datang tak lebih dari 15 menit. Berdiri, Novel Baswedan ini (bilang), 'Pak, kalau semua pemimpin bangsa seperti bapak, beres negara ini'. Dia bilang begitu. Saya bilang, kalau saya presiden anda Jaksa Agung," kata Mahfud.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini