Soal Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter, BMKG : Itu Potensi, Bukan Prediksi

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Minggu 06 Juni 2021 01:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 337 2420828 soal-gempa-magnitudo-8-7-dan-tsunami-29-meter-bmkg-itu-potensi-bukan-prediksi-kD3GXBxa9j.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Informasi soal gempa dengan magnitudo 8,7 dan diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir Pantai Selatan Jawa Timur mengakibatkan kekhawatiran di masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan itu merupakan potensi, bukan prediksi.

Dalam keterangannya, BMKG menyatakan, Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

"Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi," demikian pernyataan BMKG, Minggu (6/6/2021).

Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk "Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Namun, ini adalah potensi bukan prediksi yang pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu.

"Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami," katanya.

Baca Juga : 48 Gempa Bumi Guncang Sumut hingga Aceh Selama Sepekan

Sementara itu, pemerintah daerah dengan dukungan pusat dan pihak swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak. Sistem terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG.

Pemerintah daerah dengan pusat diminta melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi. Pemerintah Daerah dengan Pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempa dan tsunami.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Sukabumi 

"Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini