PAN Ingin Pilpres 2024 Diikuti Lebih dari 2 Pasang Calon, Begini Alasannya

Kiswondari, Sindonews · Sabtu 05 Juni 2021 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 337 2420777 pan-ingin-pilpres-2024-diikuti-lebih-dari-2-pasang-calon-begini-alasannya-0GeAaeeA7u.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - PDI Perjuangan melalui Sekretaris Jenderalnya (Sekjen) Hasto Kristiyanto menginginkan agar Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang hanya diikuti oleh dua pasang calon (paslon). Namun, Sekjen PAN Eddy Soeparno ingin agar lebih dari 2 paslon, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan ibarat pilihan merek mi instan.

"Kalau masuk ke dalam pembahasan hiruk pikuk 2024, pembahasan berikutnya ialah berapa paslon sih dalam pilpres 2024. Kita melihat di pilpres sebelumnya 2 paslon. Tapi alangkah baiknya jika diberikan ada kesempatan bagi pasangan lain," kata Eddy dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6/2021).

"Ibaratnya beli mi instan ada banyak brand. Banyak pilihan bisa mencicipi satu sama lain dan berkata, ini mie instan favorit saya. Dengan lebih banyak pilihan, akan semakin semarakkan dan matangkan demokrasi kita," sambungnya.

Kemudian, Eddy melanjutkan, jika lebih dari 2 paslon, masyarakat memiliki banyak pilihan, sehingga tidak terkungkung pada 2 pilihan saja dan membuat masyarakat berhadap-hadapan satu sama lain.

"Sehingga nanti masyarakat merasa bahwa ah tidak menarik, karena plilhan saya tidak tertampung akhirnya meningkat angka golputnya," terangnya.

Menurut Eddy, PAN tetap akan evaluasi secara internal terkait potensi untuk berpartisipasi di Pilpres 2024. Karena, bagi sebuah parpol merupakan kebanggan tersendiri ketika kadernya bisa maju dalam perhelatan pilpres. PAN juga sudah punya rekam jejak di berbagai pilpres. Pada pilpres 2004, mengusung Amien Rais dan pada 2014 mengusung Hatta Rajasa sebagai cawapres.

"Tentu kita akan lihat elektebilitas dari kader-kader kita jelang pilpres. Tetapi bagi PAN, kami fokus bagaimana kader-kader kita bisa kerja. Sekarang fokus turun ke lapangan menangani corona, agar kita bisa buktikan parpol kita miliki kepedulian yang sangat tinggi dan bekerja untuk rakyat," papar Eddy.

Mengenai menteri yang potensial sebagai capres, Wakil Ketua Komisi VII DPR ini melihat ada sejumlah nama potensial kecuali Prabowo, karena sata ini Prabowo merupakan menteri Jokowi yang memiliki elektabilitas paling tinggi dan ekspektasinya akan maju capres. Seperti misalnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Sandiaga Uno, Erick Thohir atau apa, saya kira kalaupun mereka masuk ke dalam survei saya kira mungkin semaksimal mungkin kalau mereka ingin maju di perhelatan pilpres. Saya kira sebagai cawapres yang bisa juga berpeluang untuk dipinang oleh capres yang kuat, saya kira ada peluangnya juga di sana," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini