Sekjen PAN Tangkap Sinyal Ridwan Kamil Ingin Jadi Cawapres

Kiswondari, Sindonews · Sabtu 05 Juni 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 337 2420667 sekjen-pan-sebut-ridwan-kamil-cocoknya-jadi-cawapres-eYwm0rW47B.jpg Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Foto: Ist)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menjadi salah satu penanggap dari rilis survei nasional Parameter Politik Indonesia (PPI) yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Selain menanggapi hasil survei para calon presiden (capres), Eddy juga menanggapi podcast Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK/Kang Emil) dan juga saat berkunjung ke Istana Gubernur Sumatera Selatan (Sulsel) pada Rabu (2/6) kemarin, di mana dia menyebut kecintaannya sebesar 50% pada Gubernur DKI Anies Baswedan dan 50% pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Eddy melihat bahwa pernyataan itu sebagai bentuk sikap bahwa Kang Emil mulai memposisikan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres). Jadi, siapapun capresnya, dia adalah cawapresnya.

"Saya juga tertarik mas Adi (Adi Prayitno), dilakukan simulasi terkait cawapres yang miliki elektabilitas yang kuat. Kalau lihat podcast terakhir dari Kang Emil, kelihatannya kok tempatkan diri sebagai cawapres, tidak tergantikan," kata Eddy dalam rilis survei.

Bahkan, Wakil Ketua Komisi VII DPR ini mengibaratkan Kang Emil seperti teh botol kemasan merek ternama, yang memiliki tagline "apapun makanannya, minumnya tek botol ini".

"Ibaratnya makannya boleh apa saja, capresnya siapa saja, tapi cawapresnya saya (RK). Itu narasinya Kang Emil ketika itu," ujarnya.

Terkait elektabilitas capres, Eddy melihat bahwa elektabilitas 3 capres tertinggi di hanya berkutat di 3 nama itu saja di berbagai survei yakni, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Aniews Baswedan, tidak bergerak ke nama lain.

"Kalau bergerak ya di antara mereka sendiri saja, tidak ada yang dari posisi 4 dan 5 ke ke top three," ucap eddy.

Menurut Eddy, ketiga capres teratas ini juga memiliki posisi yang berbeda, Prabowo merupakan ketua partai, Ganjar kader tulen parpol tapi bukan pengambil kebijakan utama partai, dan Anies tidak punya partai.

"Jadi ini ada 3 calon yang telah punya elektabilitas tinggi dengan karakter berbeda satu dengan lainnya terkait bagaimana yang bersangkutan diusung oleh parpol, baik internal dan dukungan parpol lainnya," terang Eddy.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini