Mayoritas Publik Tidak Setuju Jabatan Presiden 3 Periode

Kiswondari, Sindonews · Sabtu 05 Juni 2021 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 337 2420637 mayoritas-publik-tidak-setuju-jabatan-presiden-3-periode-Z5XcY9qk2h.jpg

JAKARTA - Parameter Politik Indonesia (PPI) menanyakan kepada publik mengenai wacana Presiden 3 periode dalam rilis survei yang bertajuk "Peta Politik Menuju 2024 dan Peta Politik Mutakhir" secara daring, Sabtu (5/6/2021).

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno mengungkap bahwa hasil surveinya menemukan kesimpulan bahwa mayoritas masyarakat mengetahui soal wacana jabatan Presiden 3 periode itu.

"Rata-rata masyarakat mengatakan sekitar 53,5 persen tahu, aware terkait dengan isu yang berkaitan 3 periode, sementara yang bilang tidak tahu jumlahnya 46,5 persen, banyakan yang tahu ketimbang yang tidak tahu soal wacana presiden 3 periode," papar Adi.

Kemudian, Adi melanjutkan, sikap responden terhadap wacana kebijakan Presiden 3 periode dengan hasil sebanyak 52,7% tidak setuju, yang setuju 27,8%, dan selebihnya 19,5% tidak menjawab. Artinya, mayoritas masyarakat tidak setuju jika jabatan Presiden diubah menjadi 3 periode.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Negara Bisa Langgar Konstitusi, Pengamat: Demokrasi Bukan Sekadar Prinsip

PPI juga menanyakan bagaimana sikap responden jika Presiden Jokowi jadi Presiden selama 3 periode. Mereka konsisten menolak jabatan Presiden Jokowi menjadi 3 periode sebanyak 45,3%, sementara yang setuju Jokowi 3 periode 25,3%, dan 29,4% lainnya tidak menjawab.

"Yang lumayan kuat, yang setuju Presiden Jokowi 3 periode ini pemilih loyal Jokowi yang sepertinya berharap Jokowi 3 periode, tapi lebih banyak yang tidak setuju," terangnya.

Baca juga: Duet Jokowi-Prabowo di 2024 Diyakini Dapat Hapus Polarisasi di Masyarakat

Adapun alasan responden setuju Jokowi 3 periode, dia menguraikan, Jokowi dinilai pro rakyat kecil (4,5%), zaman Jokowi infrastruktur bagus (3,9%), Jokowi kinerjanya bagus (3,5%), masih suka terhadap Jokowi (2,6%), Jokowi kasih banyak bansos (2,3%).

Kemudian melanjutkan sesuatu yang belum jelas (1,9%), masih layak memimpin (1,7%), dan alasan lainnya.

"Ini sekitar 25% masyarakat yang pro Jokowi 3 periode adalah mereka yang melihat Jokowi ini memiliki kinerja yang cukup baik," ujar Adi.

Sementara, kata dia, alasan responden tidak setuju Jokowi 3 periode di antaranya, tidak sesuai konstitusi yang membuat masyarakat tidak mau presiden 3 periode (7,6%), 3 periode dinilai terlampau lama (6,8%), kinerja Jokowi kurang bagus (5%), terjadi diskriminasi dan semacamnya (4,3%), ada kesan hukum tebang pilih (4%), dan alasan lainnya.

"Secara umum masyarakat tidak setuju karena terlampau mahal harganya, terlampau berisiko jika jabatan presiden 3 periode harus mengubah konstitusi dan waktunya cukup lama," jelasnya.

Kalaupun ada perubahan konstitusi, sambung dia, apakah publik setuju jika ada upaya mengubah UUD 1945 untuk 3 periode presiden, sebanyak 50,6% tidak setuju, yang setuju 23,9% dan yang tidak menjawab 25,5%. Tapi yang menarik, Jokowi juga tetap dipilih oleh responden jika Pemilu Presiden (Pilpres) dilaksanakan pada hari ini.

"Kita juga menanyakan jika pemilihan presiden dilakukan saat ini dan presiden jokowi boleh mencalonkan diri kembali, siapah tokoh yang akan anda pilih sebagai presiden? Mereka akan tetap memilih Jokowi (21,6%), disusul Prabowo (14%) dan Ganjar (11,6%)," kata Adi.

Adapun metode survei, sampel merupakan WNI yang berusia 17 tahun atau memiliki hak pilih, 1.200 responden diambil dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor HP yang dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada dari wawancara tatap muka pada rentang waktu September 2017-Desember 2020, dan disesuaikan dengan proporsi populasi serta gender.

Margin of error survei sebesar +- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 23-28 Mei 2021, dengan metode telepolling menggunakan kuesioner yang dilakukan oleh surveyor terlatih.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini