Kisah Bung Karno Marahi Menterinya & Suka Menari Lenso

Doddy Handoko , Okezone · Sabtu 05 Juni 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 337 2420501 kisah-bung-karno-marahi-menterinya-suka-menari-lenso-171TJgrG1h.jpg Presiden Soekarno (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Guntur Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, "Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku". Berikut kisahnya.

Saat Guntur dewasa, menjelang kuliah di ITB, mendapat mobil VW sport Kharman Ghia. Lama kelamaan Bung Karno mendapat kabar, kalau Guntur senang ngebut kendaraannya.

Sekali waktu, sekitar tahun 1962, Bung Karno menegur Menteri Chaerul Saleh, karena dianggap suka bersama Guntur mengebut mobil keliling Jakarta.

Bung Karno: Heeeh Rul Rul! Dia ini nyetir gila-gilaan lantaran kau! Begrijp je (mengerti kau)! Dikira aku tidak tahu? Kau dan Guntur suka balap-balapan di daerah Kebayoran, tukang-tukang becak di daerah Cikini semuanya lari ketakutan diserempet, kalau melihat mobil Kharman Ghia merah kepunyaan kalian! Kau ini memang terlalu Rul! Jij itu menteriku, jadi jangan ngros-boy!

Begitulah kira-kira sikap Bung Karno, kalau menegur menteri dan anaknya.

Baca juga: Kisah Bung Karno Bolak-balik ke Semak-Semak Istana Merdeka, Alasannya Bikin Terpingkal

Kisah lain, Bung Karno juga senang menari lenso dalam acara-acara khusus, baik di Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Bogor, atau Istana Cipanas.

Untuk melayani Bung Karno santai, dibentuklah kelompok band ABS, Asal Bapak Senang. Semua lagu kesenangan Bung Karno dipelajari dengan baik.

Bung Karno merasa cocok dengan adanya tim kesenian ini. Kalau Bung Karno sedang menari lenso dan iramanya disenangi, tidak boleh diganti dengan lagu lain, sekalipun yang mendengarkan mungkin sudah bosan.

Pernah pada suatu hari Bung Karno dan Ibu Hartini mendapat undangan makan di tempat peristirahatan Duta Besar Amerika Serikat Howard Jones di Puncak, Cipanas. Sehabis makan siang, Bung Karno memanggilnya dan bertanya, "Anak-anak ada atau tidak?"

Bung Karno menari lenso dengan Ny. Jones, yang menyanyi semua anggota polisi pengawal pribadi, sambil memukuli peralatan dapur seadanya untuk memberikan suara dan irama lenso yang dikehendaki Bung Karno. Tanpa alat musik pun, tari lenso berlangsung meriah.

Selain Bung Karno, juga ikut menari Ibu Hartini, Duta Besar Howard Jones dan nyonya, juga para anggota staf Kedutaan Besar AS. Seusai acara, alat-alat dapur tadi pada penyok.

Baca juga: Kisah Bung Karno Dirikan TNI: Pertahankan Kemerdekaan dan Melawan Arogansi Penjajah

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini