Kemenkes: 7-10% Masyarakat Tidak Mau Divaksin Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 04 Juni 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 337 2420122 kemenkes-7-10-masyarakat-tidak-mau-divaksin-covid-19-WddgfltfX9.jpg Vaksinasi Covid-19. (Foto : iNews)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sampai saat ini masih ada sekira 7-10% masyarakat yang tidak mau disuntik divaksin Covid-19.

“Masih ada 7 sampai 10% itu memang sama sekali tidak mau divaksin,” ucap Nadia dalam diskusi secara virtual, Jumat (4/6/2021).

Sementara itu, Nadia mengatakan, ada 30-40% masyarakat ragu untuk divaksin Covid-19. “Nah, yang kita dekati itu yang 30-40%, karena diharapkan dengan 30-40% ini akan menjadi role model ya. Nanti kita berbicara kita mungkin akan lebih pada soft rock dulu dulu baru ke hard rock. Itu mungkin yang saya sampaikan strategi-strategi kita,” tuurnya.

Oleh karena itu, Nadia mengatakan, saat ini upaya yang dilakukan adalah meyakinkan masyarakat yang ragu untuk mau divaksin Covid-19. “Yang ragu-ragu ini bisa karena kurang informasi, karena enggak yakin. Karena kalau yang sudah dari awal menyatakan tidak, membuat perilaku keyakinan itu sangat sulit untuk kita lakukan sampai dirinya merasakankan,” tuturnya.

Baca Juga : Kemenkes Percepat Vaksinasi di Daerah Kasus Covid-19 yang Melonjak

“Kita tahu kan teori daripada perubahan perilaku bagaimana memulai mendapatkan informasi, menginternalisasi, membuat itu menjadi keyakinan, sampai kepada sebuah perilaku yang diharapkan memang tidak mudah ya,” ucap Nadia.

Ia mengatakan dalam vaksinasi Covid-19 ini juga telah ada role modelnya. “Untuk vaksinasi juga telah role model. Tentunya ada kita tetap lakukan. Lalu, tentunya kalau kita berbicara menembus vaksinasi bagi pesantren-pesantren itu ya kiainya yang kita engage. Nah, kemudian kalau kita bicara vaksinasi di daerah Papua, itu pastor, misionaris itu sudah kita lakukan informasi ya.”

Baca Juga : Kemenkes: 30 Kabupaten/Kota Belum Laksanakan Vaksinasi terhadap Lansia

Namun, Nadia menyadari meyakinkan vaksinasi bagi 270 juta masyarakat Indonesia tidak mudah. “Tapi memang dengan 270 juta orang, mungkin ada orang yang merasakan bahwa ada yang merasa bahwa lhoh saya belum dapat informasinya, karena kan kalau kita lihat di sini kan artinya yang respons itu sangat individual ya,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini