Kemenkes: 30 Kabupaten/Kota Belum Laksanakan Vaksinasi terhadap Lansia

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 04 Juni 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 337 2420032 kemenkes-30-kabupaten-kota-belum-laksanakan-vaksinasi-terhadap-lansia-HZG62jGJlq.jpg Warga menjalan vaksinasi Covid-19. (Ilustrasi/Dok MNC Portal Indonesia/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyatakan hingga April 2021, masih terdapat 30 kabupaten/kota yang belum memberikan vaksinasi Covid-19 terhadap warga lansia.

Nadia memastikan, proses vaksinasi Covid-19 menganut asas terpusat juga desentralisasi.

“Kita juga semua sudah pahami bahwa proses vaksinasi ini walaupun dilakukan secara terpusat, tetap kita menggunakan asas-asas desentralisasi,” katanya dalam dialog virtual tentang vaksinasi Covid-19, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan, begitu vaksin diserahkan ke kabupaten/kota, tanggung jawa ada di pemerintah daerah (pemda). Nantinya pemda melaksanakan vaksinasi sesuai aturan.

Memang, kata Nadia, ada daerah-daerah yang sudah memulai vaksinasi untuk lansia, tetapi kemudian ada daerah-daerah yang belum memulai vaksinasi.

“Kami juga monitor di awal April itu masih ada 30 kabupaten/kota yang belum memberikan vaksinasi untuk para lansia, itu terutama di daerah-daerah kawasan Timur. Hal ini terjadi dikarenakan ketersediaan vaksin yang tidak mungkin kita distribusi secara merata,” tuturnya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Aparat Gabungan Dikerahkan

Nadia mengatakan target yang vaksinasi lansia 21,5 juta, pemberi pelayanan publik 16,9 juga. Sehingga jika dihitung kurang lebih perlu 80 juta dosis vaksinasi Covid-19.

“Jadi memang kalau kita berbicara target untuk lansia 21,5 juta dan pemberi pelayanan publik itu 16,9 juta, berarti kan kita kurang lebih perlu 30 juta orang sasaran, kalau kita kalikan dua, berarti kan kita perlu 80 juta dosis.”

Namun stok vaksinasi pada April, kata Nadia, baru sekitar 20 sampai 30 juta dosis sehingga vaksin harus didistribusikan dengan baik.

“Di April itu jumlah vaksin yang kita miliki itu tidak sebanyak itu. Total yang kita miliki itu justru baru sekitar 20 sampai 30 juta dosis.Nah tentunya dengan jumlah yang cukup jauh. Artinya itu hanya sepertiga yang on hand kita miliki, kita harus betul-betul bisa mendistribusikan dengan baik,” tuturnya.

“Kemudian kita tahu itu di bulan April dengan ketersediaan vaksin yang kurang memadai, akhirnya kita mengatakan kita fokus di bulan April tidak boleh ada vaksinasi kepada populasi lain, kecuali untuk lansia dan kepada guru atau tenaga pendidik,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini