Penyelidik Harun Al Rasyid Tegaskan Tidak Ada 'Taliban' di KPK

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 04 Juni 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 337 2420024 penyelidik-harun-al-rasyid-tegaskan-tidak-ada-taliban-di-kpk-kxeVbooxED.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidik KPK Harun Al Rasyid membantah tuduhan bahwasanya 75 pegawai yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai alih status sebagai ASN adalah radikal, intoleran, dan 'taliban'. Oleh karenanya puluhan pegawai itu melaksanakan kunjungan ke beberapa lembaga keagamaan.

Pada hari Kamis 3 Juni 2021, 14 Pegawai KPK mengunjungi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melakukan audiensi terkait polemik TWK.

"Kami tentu menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan fitnah yang selama ini dialamatkan kepada kami, bahwa di dalam tubuh kami ada intoleransi, ada talibanisme dan ada radikalisme. Kami ingin menunjukkan ini lho kami sebenarnya," ungkap Harun di Kantor MUI Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia menyebutkan, isu yang disampaikan oleh pohak-pihak terkait sematan taliban, intoleran, dan radikal memang sudah berlangsung lama. Atas dasar itu, dia dan rekan pegawai KPK lain ingin perlahan-lahan bahasan itu dihilangkan.

"Isu itu udah cukup lama ditanam di dalam tubuh kami, setidaknya kami akan coba kikis pelan-pelan, kami membuka diri ini lah kami, ini lah tujuan yang kami lakukan dari kami melakukan advokasi bersafari ke lembaga keagamaan untuk menunjukkan tidak ada itu," sebutnya.

Baca Juga : Lantik Satgas BLBI, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tagih Semuanya!

Harun menduga pelaku dari penyebaran isu itu adalah sosok yang memang mendukung budaya korupsi di Indonesia. Hal itu lah yang membuat oknum tersebut memberi stigma negatif kepada pegawai KPK.

"Isu-isu yang dibikin oleh orang luar, orang-orang koruptor, hanya untuk melemahkan dan menghancurkan," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua MUI Cholil Nafis menjelaskan, pihaknya telah mendengar serangkaian keluh kesah dari pegawai KPK. Akan tetapi, pihaknya belum menentukan sikap resmi.

Menurut dia, sikap MUI akan terlebih dulu dispaikan pada rapat harian pimpinan, Selasa 8 Juni 2021 pekan depan.

"Mungkin Allah memberikan suatu yang tidak kita sukai tetapi itu yang terbaik buat kita, itu saran kita. Berkenaan dengan sikap MUI, MUI menunggu hasil rapat pimpinan," ungkap Cholil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini