Share

Pancasila Disebut "Obat Mujarab" Atasi Radikalisme di Indonesia, Begini Penjelasannya

Khafid Mardiyansyah, Okezone · Kamis 03 Juni 2021 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419807 pancasila-disebut-obat-mujarab-atasi-radikalisme-di-indonesia-begini-penjelasannya-lRF61Ylqcr.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Direktur The Community of ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menjelaskan bahwa Pancasila memang menjadi "obat mujarab" dalam menangkal radikalisme.

"Radikalisme agama dan terorisme muncul karena adanya ideologi yang dianggap sebagai ideologi musuh sehingga Pancasila dimusuhi oleh kelompok takfiri," ungkap Direktur The Community of ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Kamis (3/6/2021).

Menurut dia, Indonesia harus terus berjuang memastikan seluruh rakyatnya mengikuti ideologi yang digali para pendiri bangsa. Upaya itu tidak mudah pasalnya tantangan sangat berat dengan munculnya paham yang merintanginya.

"Tidak mungkin menyeragamkan ideologi atau falsafah. Tidak ada negara yang berhasil menyeragamkan ideologi atau falsafah," katanya.

Ia pun mengapresiasi Ketua DPR, Puan Maharani yang terus mengajak bangsa Indonesia menggali dan mengamalkan Pancasila.

"Namun, pasti ada saja kelompok-kelompok masyarakat yang memilih ideologi atau falsafah lain yang bertentangan dengan Pancasila," ungkapnya.

Untuk itu, kata Harist, pemerintah mesti memberi contoh kepada rakyat dalam pengamalan Pancasila. Misalnya, setiap kebijakan yang diambil dilandaskan pada lima sila yang terkandung dalam ideologi bangsa.

"Yang penting adalah bagaimana pelaksanaan falsafah Pancasila dalam kebijakan konkrit oleh negara yang bisa mengakomodasi kepentingan semua kelompok," tutupnya.

Sebelumnya, Puan meminta semua rakyat menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua bangsa yang ingin besar harus berpijak pada falsafah bangsanya sendiri.

Ia pun yakin Indonesia akan menjadi bangsa besar dengan memegang teguh Pancasila.

"Kita hanya dapat menjadi bangsa yang besar jika kita berpegang teguh pada falsafah bangsa kita sendiri, yakni Pancasila, dan bukan menjiplak falsafah bangsa orang lain karena setiap bangsa memiliki akar sejarah dan budaya yang berbeda-beda," ungkap cucu Bung Karno ini.

Puan menegaskan, hanya dengan Pancasila persatuan bangsa Indonesia dapat diperkokoh. Serta dengan mengimplementasikan Pancasila tujuan bernegara dapat dicapai.

"Selamat memperingati Hari Lahirnya Pancasila yang ke 76 Tahun. Kami berharap nilai-nilai Pancasila menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila dalam tindakan dan bersatu untuk Indonesia tangguh," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini