Share

Masyarakat Perlu Mewaspadai Gejala Long Covid-19

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 21:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419802 masyarakat-perlu-mewaspadai-gejala-long-covid-19-26V0HV5PKj.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Masyarakat perlu mewaspadai adanya gejala long Covid-19 saat ini. Berdasarkan penelitian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 53,7% pasien merasakan gejala Long Covid selama satu bulan, 43,6% selama 1-6 bulan, dan 2,7% lebih dari 6 bulan.

“Gejala Long Covid dimulai dari pelemahan fisik secara umum, sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan.” kata Kabag Pembinaan Fungsi RS Polri, Kombes Yahya dalam diskusi 'Long Covid, Kenali dan Waspadai' di FMB9ID_IKP, Kamis (3/6/2021).

Baca juga:  Update Corona 3 Juni 2021: Positif 1.837.126 Orang, 1.691.593 Sembuh & 51.095 Meninggal

Yahya menyebut, secara demografi pasien laki-laki lebih besar peluangnya terkena efek dari gejala Long Covid. Hal itu didasari dari gaya hidup pasien laki-laki

"Salah satu alasannya karena gaya hidup merokok. Biasanya juga pasien Covid-19 yang bergejala berat atau mungkin yang berhasil sembuh setelah dibantu ventilator memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita Long Covid ini,” jelasnya.

 Baca juga: Kasus Covid-19 di 8 Wilayah Jateng Melonjak, Satgas Belum Temukan Varian Baru

Lebih lanjut, Yahya mengatakan, gejala Long Covid salah satunya juga dipicu kondisi psikologis pasien. Misal, membuat pasien cepat cemas dan mengalami depresiasi.

Maka dari itu, Yahya mengusulkan kepada pasien apabila merasakan gejala-gejala Long Covid setelah dinyatakan sembuh diharapkan pasien terus berkonsultasi kepada dokter.

“Memang ada kelemahan seseorang gampang cemas, gampang depresi, ini juga faktor yang membuat seseorang Long Covid,” ungkapnya.

Hal tersebut dirasakan salah satu penyintas Covid-19, Cahyandaru Kuncorojati. Cahyandaru menceritakan bahwa selain mengganggu kesehatan fisik, Covid-19 ini juga menyerang secara psikologis.

“Waktu saya dirawat bersama istri dan dua anak saya yang masih kecil, saya memikirkan anak saya. Saya bertekad untuk segera sembuh agar anak saya yang masih usia dua tahun dan satu lagi tujuh bulan bisa segera saya pantau juga kesembuhannya,” ujarnya.

Cahyandaru juga mengungkapkan, bahwa setelah dirinya dinyatakan negatif, munculah gejala Long Covid berupa kehilangan penciuman dan pengecapan selama kurang lebih satu bulan.

“Berangsur-angsur mulai kembali tapi sampai sekarang indra penciuman saya tidak setajam dulu lagi,” kata Cahyandaru.

Dikesempatan yang sama, Ahli Virologi Universitas Udayana, I Gusti Ngurah Kade Mahardika. Mahardika mengatakan gejala Long Covid membuat pasien beresiko mengalami kerusakan jaringan tubuh dalam jangka panjang hingga menyebabkan gangguan respon imun dan gangguan saraf.

"Karena itu mohon jangan lagi menganggap remeh penyakit Covid-19 ini,” tegas Mahardika .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini