1.271 Pegawai KPK Jadi ASN, DPR: Bekerjalah, Jangan Terpengaruh Isu dan Drama

Kiswondari, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419778 1-271-pegawai-kpk-jadi-asn-dpr-bekerjalah-jangan-terpengaruh-isu-dan-drama-vB8PuKBXRk.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: DPR.go.id)

JAKARTA - Sebanyak 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Gedung Juang KPK. Pegawai yang dilantik merupakan yang lolos tes wawasan kebagsaan (TWK) dan rangkaian tes lainnya dalam proses alih status menjadi ASN.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengucapkan selamat pada 1.271 pegawai yang telah dilantik menjadi ASN. Ia pun meminta agar para ASN ini bisa terus meningkatkan kinerjanya dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Selamat kepada 1.271 pegawai KPK yang saat ini sudah menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara. Semoga dengan pelantikan ini, para ASN bisa makin maksimal dalam upaya pemberantasan korupsi. Ingat, harapan bangsa dalam upaya pemberantasan korupsi ada di tangan kalian,” kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga:  Mantan Bos Garuda Indonesia Dituntut 12 Tahun Penjara

Selanjutnya, Sahroni juga berpesan kepada para pegawai KPK yang baru dilantik agar tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar, dan tetap fokus dalam menjalankan kinerjanya dalam memberantas korupsi.

“Kepada 1.271 pegawai yang sudah dilantik, bekerjalah dengan sungguh-sungguh. Tidak usah terpengaruh dengan isu atau drama yang beredar sekarang. Jadikan ini momentum untuk kalian membuktikan bahwa kinerja KPK menjadi lebih baik dari sebelum-sebelumnya,” sambungnya.

Terakhir, Bendahara Umum Partai Nasdem ini juga meminta agar para karyawan yang telah menjadi PNS tidak melupakan kewajibannya memberantas korupsi. Biarkanlah drama alih status kemarin berlalu.

“Solidaritas nggak salah, cuma jangan sampai menelantarkan kewajiban utama untuk langsung kerja memberantas korupsi. Kalau yang sudah seharusnya kerja malah masih terbuai dengan drama, maka yang menang adalah para koruptor,” pungkas Sahroni.

Baca Juga: Penyidik KPK Tangani Harun Masiku Tak Lulus TWK, Bagaimana Kelanjutan Penanganan Kasusnya?

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini