Share

Haji 2021 Dibatalkan, PBNU: Mudah-mudahan Allah Memberi Pahala Atas Kesabaran Ini

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 03 Juni 2021 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419771 haji-2021-dibatalkan-pbnu-mudah-mudahan-allah-memberi-pahala-atas-kesabaran-ini-K1RAKH7a41.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat untuk berdoa dengan ditundanya keberangkatan Haji 2021 tidak mengurangi niat mereka. Sebab, situasi pandemi Covid-19 masih mewabah di sejumlah negara.

"Mari kita berdoa dengan ditundanya ini tidak mengurangi sama sekali makna niat nawaitu kita untuk melaksanakan ibadah haji," tutur Sekjen PBNU, Helmy Faisal dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

"Kita berdoa mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan pahala atas kesabaran dan ketabahan kita dalam menerima ujian dan cobaan ini," sambungnya.

Kemudian, PBNU menyampaikan dukungan kepada pemerintah yaitu Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. PBNU meyakini bahwa Menag telah melakukan upaya yang maksimal.

"Kami semua yakin bahwa pemerintah dalam hal ini menteri agama telah melakukan upaya yang maksimal melakukan lobi melakukan diplomasi melalui jalur formal maupun para ulama yang ada untuk Bagaimana kita bisa memberangkatkan calon jemaah haji kita bisa berangkat," Paparnya.

Helmy mengatakan bahwa semua tahu bahkan sekarang sudah mulai mewabah virus mutasi India yang sangat mengerikan itu. Oleh karena itu, ia mengajak marilah kita ikut samikna wa atokna dengan keputusan yang diambil pemerintah pasti ini sesuatu yang terbaik untuk kita semua.

Sebab, perintah untuk penyelenggaraan ibadah haji sebagaimana di dalam Alquran disebutkan bahwa mengerjakan melaksanakan ibadah haji itu adalah kewajiban bagi manusia kepada Allah kepada mereka yang mampu. Dalam artian mampu untuk melaksanakan perjalanan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Namun, sekarang kita semua tahu bukan hanya di Indonesia bahkan di lebih dari 215 negara mengalami pandemi Global yaitu dengan mewabahnya virus covid 19," ungkapnya.

Kemudian, Helmy menegaskan atas dasar pertimbangan agama pula sebagaimana disampaikan oleh Gus Yaqut tadi bahwa salah satu tujuan dari beragama yaitu maqhasidussyariah. Jadi, menjaga keselamatan itu sesuatu yang tidak bisa ditunda bahwa mengerjakan ibadah haji itu bagian dari maqhasidussyariah.

"Dalam keadaan darurat bisa ditunda salat Jumat saja kalau hujan bisa ditunda Kalau hujannya deras sekali bisa kita tunda," terangnya.

Helmy mengatakan atas pertimbangan ini maka kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang pasti merasakan betul kesedihan yang mendalam karena ini sebuah cita-cita yang luar biasa khususnya umat Islam. Sebab, begitu lahir selalu diberikan harapan oleh orangtuanya nak kamu kalau bisa satu dalam hidup ini yaitu berangkat haji puncaknya.

"Jadi ini suatu peribadatan sekaligus secara pribadi wasiat ada wasiat orang tua dan guru dan keluarga maka kita merasakan betul apalagi waiting list puluhan tahun di hampir seluruh negara merasakan hal yang sama." Tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengumumkan bahwa pelaksanaan haji 2021 batal. Kebijakan tersebut diambil setelah menerima informasi dari Kerajaan Arab Saudi.

"Pemerintah Arab Saudi belum membuka layanan haji," ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis (3/6/2021).

Gus Yaqut mengaku menghormati keputusan atau kebijakan Arab Saudi. Pembatalan haji sendiri sudah ditetapkan lewat Surat Kemenag Nomor 660 l.

Sebagaimana diketahui Menag telah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mengambil keputusan ini. Karenanya, ia berharap kebijakan tersebut dapat diterima khalayak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini