Dicecar soal 21 Juta Data Ganda Bansos, Risma Mengaku Dapat Tekanan

Kiswondari, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419757 dicecar-soal-21-juta-data-ganda-bansos-risma-mengaku-dapat-tekanan-Vx1CAQ7xbM.jpg Mensos Tri Rismaharini. (MNC Portal)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dicecar anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR mengenai 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos). Saat menjawab perihal isu itu, terungkap selama ini Risma mendapatkan tekanan mengenai data ganda tersebut.

"Yang data salur tetap kami amankan salur Pak. Tapi bahwa data double atau ganda yang dia memang ganda jelas, itu datanya kita hapus. Tapi induknya, seperti (misalnya) Slamet. Itu yang kita cek. Slamet dapat 39 dengan NIK yang sama. Namun, dia malah nggak terima. Seperti itu case-nya," kata Risma dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Menurut mantan Wali Kota Surabaya itu, persoalan data ganda penerima bansos ini sudah ia laporkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk mengeluarkan data ganda itu dan menghapusnya.

"Karena nyuwun sewu (mohon maaf) Pak, sekali lagi banyak sekali yang... (Risma terdiam selama beberapa detik) seperti itu," ujarnya.

Oleh karena itu, Risma mengungkap alasannya memberanikan diri untuk menghapus data ganda dan merilisnya ke publik.

"Jadi tidak ada niatan saya melaporkan atau apapun tidak ada. Tapi, saya ingin data ini harus kita amankan karena bukan tidak mungkin, dan ini sudah saya laporkan ke Pak Presiden," tegasnya.

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menanyakan kepada Risma mengenai siapa yang menekan dirinya itu.

"Yang nekan ibu itu siapa?," tanya Yandri dalam Raker.

Lalu, Risma menjawab bahwa ada pihak yang menekannya. Namun, dia mohon maaf karena belum bisa mengungkapnya.

"Ada Pak mohon maaf," ungkap politikus PDIP itu.

Kemudian, Yandri menegaskan bahwa Komisi VIII DPR diberikan amanat juga terkait bansos itu harus tahu mengenai pihak yang menekan Mensos itu. Komisi VIII DPR termasuk pihak yang tertuduh dalam menyetujui data ganda penerima bansos dengan anggaran triliunan rupiah yang disalurkan.

Baca Juga : Raker di DPR, Mensos Risma Dicecar soal 21 Juta Data Bansos Ganda

"Ya kita yang diberikan amanah harus tahu juga, karena ini termasuk yang tertuduh oleh menyetujui data fiktif tapi anggarannya disalurkan. Triliunan loh," ujar politikus PAN itu.

Seusai Raker, Risma menjelaskan memang ada pihak yang menekan dirinya dan ia pun sudah melaporkan ini kepada Prseiden. Ia yakin bahwa dengan niat baik, dia akan dilindungi Tuhan.

"Ya memang ada dan saya sudah lapor ke Bapak Presiden. Tapi bahwa, ya saya percaya kalau niat saya baik, Insya Allah Tuhan melindungi saya," jawabnya.

Namun, saat ditanya lebih detil, Risma memohon maaf bahwa dirinya tidak bisa mengatakannya lebih rinci.

"Saya enggak bisa ngomong detail. Mohon maaf sekali," ujarnya.

Apakah tekanan itu terkait data ganda penerima bansos, Risma membenarkankan itu namun enggan memperpanjang pertanyaan mengenai isu tersebut.

"Yes (tekanan terkait data ganda bansos). Sorry ya, sudah lah. Aku udah ngomong. Silakan yang lain," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini