Share

BMKG Catat Terjadi 6 Kali Gempa Susulan Pasca Gempa M6,1 di Ternate

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419728 bmkg-catat-terjadi-6-kali-gempa-susulan-pasca-gempa-m6-1-di-ternate-1ZmhMb6keB.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 6 kali gempa susulan setelah terjadi gempa Magnitudo 6,1 pada Kamis, 3 Juni 2021 pukul 17.09.59 WIB di wilayah Ternate, Maluku Utara. Dari info pendahuluan BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M 6,1 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw 6,1.

“Hingga hari Kamis, 03 Juni 2021 pukul 17.40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas 6 gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,7 dan terkecil 3,4,” dari info BMKG, Kamis (3/6/2021).

Sementara itu, episenter gempabumi terletak pada koordinat 0.41 LU dan 126.23 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Kota Ternate, Maluku Utara pada kedalaman 36 km.

BMKG mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yg tjd merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di lempeng laut maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah di Ternate III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Labuha & Manado II - III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ).

BMKG mengatakan hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” tulis BMKG.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini