Polemik TWK, Firli : Lulus atau Tidak Karena Hasilnya Sendiri

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 03 Juni 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419676 polemik-twk-firli-lulus-atau-tidak-karena-hasilnya-sendiri-Igm7qooWUn.jpg Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebutkan baik pimpinan dan seluruh jajaran pegawai KPK sudah mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) sebagai syarat alih status menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

Firli Bahuri mengklaim hasil 75 pegawai KPK tidak lolos TWK merupakan hal alami.

"Tidak ada kaitannya. Jadi orang lulus tidak lulus karena hasilnya dia sendiri. Prosesnya sudah berjalan. Apa saya salah membuat list orang. Tapi yang pasti pimpinan KPK dan seluruh pegawai KPK memiliki hak yang sama untuk mengikuti seleksi TWK dan hasilnya seperti itu," ujar Firli Bahuri, Kamis (3/6/2021) sore usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II DPR/MPR Senayan Jakarta.

Sementara itu, Firli enggan berkomentar soal rencana pemanggilan dirinya oleh Komnas HAM terkait polemik TWK tersebut.

"Saya tidak paham apa yang akan ditanyakan oleh Komnas HAM. Tapi yang pasti adalah kita sudah bahas dengan rekan-rekan pimpinan KPK," tutur Firli Bahuri.

Ia menjelaskan sesungguhnya pimpinan KPK itu adalah kolektif kolegial sehingga apapun yang dilakukan harus diputuskan bersama.

"Mengenai pemanggilan TWK saya belum ngomong akan datang ke Komnas HAM," lanjut Firli Bahuri.

Baca Juga : Soal TWK, Ketum Muhammadiyah: Harus Objektif Tidak Boleh Kontroversi!

Firli Bahuri mengatakan, 75 pegawai yang tak lolos TWK secara persentase adalah 5,4% dari total keseluruhan pegawai KPK sebanyak 1.351 orang.

"Dalam beberapa kesempatan yang saya sampaikan bahwa mekanisme kerja KPK tidak bergantung pada orang per orang. Kita bekerja sesuai dengan sistem dan ketentuan UU, jadi siapapun yang ada di KPK sama semangatnya, sama komitmennya untuk melakukan pemberantasan korupsi. Saya yakin sampai saat ini kita punya semangat itu," tegas Firli Bahuri.

Lebih lanjut ia menyebutkan dirinya paham bahwa masyarakat Indonesia saat ini sedang mengawasi dan mengikuti kinerja KPK.

"Beberapa waktu lalu kami menyampaikan terkait perkara dugaan tindakan korupsi berupa suap di kota Tanjung Balai, dan kita sudah menetapkan sejumlah tersangka dan sudah kita lakukan penegakan hukum secara akuntabilitas, profesional, demi kepentingan umum, menjamin kepastian hukum dan keadilan, dan tetap mengedepankan hak asasi manusia," jelas Firli Bahuri.

Baca Juga : KPK Baru Realisasi 20,67% Anggaran Pencegahan dan Penindakan Korupsi

"Ada yang ingin kita sampaikan kalau kita ingin menduga seseorang melakukan suatu tindakan pidana, kita harus mencari keterangan saksi-saksi dan bukti. Nanti KPK akan sampaikan apakah seseorang patut diduga selaku pelaku tindak pidana. Nanti bisa diikuti apa yang akan terjadi," kata Firli Bahuri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini