Raker di DPR, Mensos Risma Dicecar soal 21 Juta Data Bansos Ganda

Kiswondari, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419673 raker-di-dpr-mensos-risma-dicecar-soal-21-juta-data-bansos-ganda-D89FPnqFsd.jpg Mensos Tri Rismaharini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dicecar sejumlah anggota dan pimpinan Komisi VIII DPR. Risma dicecar seputar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos). Bahkan, Komisi VIII DPR juga mengancam tidak akan membahas RAPBN Kemensos tahun anggaran 2022.

"Sebenarnya ini ada pertanyaan juga, dari penjelasan seperti double data itu belum cukup clear. Kalau ada double data ada yang kembali ke negara, tapi ini uangnya habis. Kami perlu penjelasan, rasanya kalau yang 21 juta ini belum clear kita belum bisa membahas anggaran," kata Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Jefry Romdonny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga:  Bupati Alor Marah-Marah ke Staf Kemensos, Risma Angkat Bicara

Kemudian, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Rudi Hartono Bangun mengaku, bahwa data ganda penerima bansos ini menjadi hal yang seringkali dipertanyakan saat turun ke daerah pemilihan (dapil). Banyak yang janda, orang susah tetapi tidak dapat bantuan, sementara yang meninggal masuk.

"Banyak yang mengeluh, saya melapor ke dinas, seperti ping pong," kata Rudi di kesempatan sama.

Oleh karena itu, kata Rudi, hal ini harus dijelaskan secara rinci oleh Mensos, mana data yang ganda itu, dan kalau memang ganda maka seharusnya dihapus, bukan ditidurkan saja. Karena kalau ditidurkan nanti hidup lagi data itu, dan kalau memang sudah meninggal dunia maka harus dihapus. Begitu juga yang pindah alamat, datanya ada di daerah asal dan daerah baru.

"21 juta dikali berapa ratus ribu penerima bantuan, uangnya berapa ratus miliar? Ini korupsi secara sistematis. Kesalahannya bukan sekarang, sudah lama ini bu, kesalahannya di tingkat desa, asal saudara, family dimasukan, dikirimkan ke kabupaten dan Jakarta, kita input dan akhirnya buat pusing kita dan buat pusing ibu," ujarnya.

"Jangan hanya nanti tingkat dirjen laporan beres, ibu sudah nggak menteri lagi ternyata belum beres," tegas Rudi.

Baca Juga:  Viral Video Bupati Alor Marahi Mensos Risma dan Staf Kemensos, Ini Penyebabnya

Kemudian, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan bahwa Komisi VIII dan Mensos bersepakat untuk merapikan data itu. Jadi, soal 21 juta data ganda penerima bansos itu bagaimana cara mengambil datanya dan berada di kabupaten/kota mana, karena uangnya selalu habis bahkan melebihi dana yang dialokasikan.

Karena itu, Yandri menegaskan bahwa Komisi VIII DPR meminta penjelasan Mensos Risma mengenai 21 juta data ganda penerima bansos itu.

"Ini gimana konstruksinya bu? Ngambil datanya gimana? dari kabupaten mana? sehingga kita membahas anggaran bisa berpijak, saya yakin bu menteri ingin tidak ada masalah, apalagi kami bu. Persetujuan anggaran kan di sini bu, kalau kami menyetujui sesuatu yang jelas nanti ramai lagi bu," ujar politikus PAN itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini