Menlu: Indonesia Konsisten Bela Palestina saat Negara-Negara Arab Berubah

Kiswondari, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419595 menlu-indonesia-konsisten-bela-palestina-saat-negara-negara-arab-berubah-csZuCNdsNk.jpg Menlu Retno Marsudi (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menegaskan Indonesia tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Meskipun, hal itu tidak mudah karena negara-negara di Arab sudah mulai berubah sikap.

"Posisi Indonesia tetap konsisten terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Konsistensi ini bukan hal yang mudah di tengah terjadinya banyak perubahan, termasuk di antara negara-negara Arab," kata Retno dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Namun, Retno menuturkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang aktif mendorong solidaritas dan dukungan dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Gerakan Non-Blok dan Dewan HAM dalam menanggapi kekerasan Mei 2021.

Baca juga: Hentikan Agresi Isral ke Palestina, Menlu Retno Desak Majelis Umum PBB Lakukan Tiga Hal

Menurut dia, insiden yang terjadi 11 hari di bulan Mei kemarin itu telah memakan korban yang sangat besar, yakni 243 orang meninggal dunia, di mana 100 di antaranya perempuan dan anak-anak.

"Kekerasan tersebut merupakan lingkaran kekerasan yang kesekian kali yang terjadi akibat inti masalah, yaitu okupasi atau pendudukan Israel atas tanah Palestina belum dapat diselesaikan," ujar Menlu.

Retno menuturkan bahwa Dewan Keamanan PBB hingga saat ini belum bisa berbuat banyak meski gencatan senjata sudah terjadi.

Baca juga: Menlu Retno: Sudah Terlalu Lama Hak Palestina Digerogoti Israel!

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia menekankan tiga hal penting dalam pertemuan majelis umum PBB yang dihadiri 11 Menteri Luar Negeri pada 20 Mei. Pertama, pentingnya segera tercipta gencatan senjata; kedua, pentingnya bantuan kemanusiaan dan meminta Israel untuk membuka akses kemanusiaan; dan ketiga pentingnya negosiasi multilateral yang kredibel untuk menyelesaikan isu kemerdekaan Palestina berdasarkan due state solution.

"Gencatan senjata telah terjadi, pressure internasional agar semua pihak dapat menghormati gencatan senjata perlu terus dilakukan," sambung Retno.

Selain itu, Retno mengungkap bahwa tantangan terbesar saat ini adalah memastikan tidak terjadi lagi siklus kekerasan dari konflik Israel dan Palestina.

"Tantangan paling besar saat ini adalah bagaimana mematahkan siklus kekerasan tidak terjadi kembali dan perundingan bisa dapat segera dilakukan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini