BMKG : 56,34% Wilayah Indonesia Masuki Kemarau, 2 Daerah Masuk Kategori Ekstrem

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 03 Juni 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419525 bmkg-56-34-wilayah-indonesia-masuki-kemarau-2-daerah-masuk-kategori-ekstrem-uUzLozgPiL.jpg Ilustrasi (Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan saat ini 56,43% jumlah zona musim (ZOM) yang ada di Indonesia memasuki musim kemarau. Bahkan, sudah ada 2 daerah yang tidak mengalami hujan lebih dari 60 hari atau masuk kategori ekstrem.

“Sudah 56,43% dari jumlah ZOM (Zona Musim) yang ada di Indonesia memasuki musim kemarau lho dan sudah ada 2 daerah yang tidak mengalami hujan lebih dari 60 hari,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

BMKG menyatakan, wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Jambi, Lampung bagian selatan, sebagian Banten, sebagian DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, DIY, dan sebagian besar Jawa Timur.

Wilayah lainnya yang tengah mengalami musim kemarau adalah sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, Kalimantan Selatan bagian timur dan barat, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah bagian utara dan Papua Barat bagian timur.

Sementara itu, BMKG menyebutkan dua daerah sudah lama tidak mengalami hujan bahkan masuk kategori panjang ekstrem yaitu Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama 72 hari dan Kebumen Jawa Tengah selama 62 hari.

“Dua daerah yang sudah lama tidak mengalami hujan hingga berada pada kategori panjang ekstrem yakni Lombok Timur - NTB (72 hari) dan Kebumen - Jawa Tengah (62 hari),” kata BMKG.

Baca Juga : Gempa M5,2 Guncang Melonguane Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di beberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada klasifikasi siaga hingga dua dasarian ke depan.

Baca Juga :  BMKG: 962 Gempa Bumi Guncang Indonesia Selama Mei

“Hemat dan gunakan air secara bijak. Supaya dampak kekeringan akibat kemarau bisa kita hadapi bersama,” kata BMKG.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini