MNC Peduli Lakukan Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kacamata Gratis ke Pondok Pesantren

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 03 Juni 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419489 mnc-peduli-lakukan-pemeriksaan-mata-dan-pemberian-kacamata-gratis-ke-pondok-pesantren-KPNgvO08AL.JPG Foto: MNC Peduli

JAKARTA - MNC Peduli melalui MNC Media menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada santri di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa Jakarta Selatan. Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar santri.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH Syukron Ma'mun berterima kasih kepada MNC Peduli bersama team kesehatan yang aktif ikut menjaga kesehatan mata santri yang menjadi organ vital dalam tubuh. Dia berharap para santri dapat belajar dengan baik atas bantuan kacamata yang diberikan.

"Mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Semoga mata anak-anak ini bisa belajar dengan baik kami terima kasih setinggi-tingginya kepada MNC yang menjalin kerjasama untuk kepedulian sosial," katanya di lokasi, Kamis (13/6/2021).

Sebanyak 300 santri antusias mengikuti pemeriksaan mata. Selain pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, MNC Peduli bekerjasama dengan

Essilor, RS Ali Sibroh Malisi, dan Lotte juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum kepada tenaga pengajar dan penyemprotan disinfektan area lingkungan pondok pesantren.

Sejumlah kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para santri dan tenaga pengajar serta sterilisasi tempat belajar sebelum dimulainya pembelajaran.

Syukron mengatakan proses pembelajaran di Pondok Pesantren telah menerapkan sistem tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.

Tidak hanya itu, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan setiap anak yang hendak masuk ke pondok pesantren harus dikarantina oleh orang tua murid di rumah dan pondok pesantren.

"Selain menerapkan protokol kesehatan, anak yang hendak masuk pondok diatur secara bertahap. Setelah dikarantina lima hari dan diketahui tidak ada penyakit langsung dicampur. Yang tidak baik itu yang sehat campur dengan tidak sehat, kalau sehat dengan yang sehat tidak ada masalah," jelasnya.

Dia menilai komitmen menjaga kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua santri atau hanya kepada lembaga pendidikan namun juga pada santri itu sendiri. Santri harus diberi pengetahuan tentang menjaga kesehatan.

"Selain protokol kesehatan, pemerintah juga harus mengingat umat untuk ingat kepada yang membuat penyakit Allah. Kalau kata Al-Ghazali kalau kamu dikejar anjing yang kayak serigala kamu jangan lawan tapi datangi ke pemiliknya kalau kamu baik dengan pemiliknya anjingnya dipanggil dan gak digigit," pungkasnya.

Salah satu santri kelas satu bernama Fauzi mengaku berterimakasih atas pemeriksaan mata pemberian kacamata. Dia mengaku telah lama memiliki kendala mata dan harus selalu menggunakan kacamata.

"Iya terimakasih sudah diperiksa mata terus dikasih kacamata sama susu dan snack," katanya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini