Kisah Bung Karno Dibentak Sudiyo Gendut yang Grogi Saat Menghitung Roti

Doddy Handoko , Okezone · Kamis 03 Juni 2021 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 337 2419278 kisah-bung-karno-dibentak-sudiyo-gendut-yang-grogi-saat-menghitung-roti-QarUTX7z8K.jpg Bung Karno.(Foto:Istimewa)

GUNTUR Sukarno Putra, menulis tentang kisah-kisah ringan dan humanis dari Bung Karno yang dituangkan di buku, “Bung Karno : Bapakku, Kawanku, Guruku ". Berikut kisahnya.

Di Istana Merdeka Jakarta, pertengahan 1950, Sudiyo gendut sedang bertugas mengambil sarapan roti dari dapur untuk kawan-kawannya di paviliun.

Ketika sedang komat-kamit menghitung jumlah roti yang dibawanya, ia berpapasan dengan Bung Karno yang sedang jalan pagi di halaman istana.

Sudiyo memberi salam dengan santai, "Goede morgen mijnheer," sambil terus berlalu. Ia mengira sedang berpapasan dengan Ven Der Bijl, orang Belanda yang bertugas di istana.

Mendengar ucapan salam itu, Bung Karno langsung berhenti. Beliau menoleh ke arah Sudiyo, dan bertanya kepada pengawalnya, "Siapa dia?"

Baca Juga: PPKI Tetapkan Bung Karno Jadi Presiden, Cuma Sekali Sidang dan BK Pulang Jalan Kaki

"Sudiyo gendut, Pak," jawab sang pengawal.

Bung Karno mengajak pengawalnya itu membuntuti Sudiyo. Ketika Sudiyo sambil jongkok masih juga sibuk menghitung jumlah roti yang dibawanya, BK berdiri di belakangnya sambil berkata, "Kalau rotinya masih saja kurang, ambil lagi ...."

Tanpa menoleh Sudiyo malahan membentak dengan suara keras, "Ya, nanti saja wong masih dihitung kok."

Bung Karno tertawa, tetapi pengawal langsung menegur Sudiyo, rekannya itu, "He, lihat dulu, kamu sedang bicara dengan siapa?"

Begitu menoleh, Sudiyo baru tahu Bung Karno sudah berdiri di belakangnya. Dengan gemetaran Sudiyo langsung berdiri dan dengan sikap sempurna, melapor, "Siap Pak, Sudiyo mohon maaf."

BK tersenyum dan meneruskan jalan pagi sambil mengontrol kebersihan serta kerapian tanaman di halaman.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini