Soal Alquran dan Pancasila, Ini Kata Waketum MUI

Widya Michella, MNC Media · Rabu 02 Juni 2021 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 337 2419201 soal-alquran-dan-pancasila-ini-kata-waketum-mui-FgR3thTzXx.jpg Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Terkait beredarnya salah satu soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menanyakan kepada 75 pegawai KPK mengenai Alquran atau Pancasila, mengundang kontroversi dari berbagai masyarakat.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyatakan soal tersebut dibuat oleh orang yang tidak memiliki logika berdasar.

"Pada sila pertama dalam Pancasila menyatakan Ketuhanan yang maha Esa, yang percaya ada tuhan itu hanya orang beragama. Di Indonesia, bangsa beragama ada enam yang diakui dan memiliki kitab suci. Konsep ketuhanan yang esa pun lahir dari kitab masing-masing salah satunya adalah Alquran," jelas Anwar saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (2/6/2021).

Baca juga:  Soal TWK, Ketum Muhammadiyah: Harus Objektif Tidak Boleh Kontroversi!

Ia menambahkan, Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945 telah menyebutkan bahwa Negara berdasar atas ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, tentu Pancasila menjadi bagian dari seluruh kitab-kitab agama di Indonesia dan tidak dapat dipisahkan antara keduanya.

"Jadi kalau memilih Pancasila berarti menghilangkan Alquran atau konsep agama dalam sila pertama. Padahal nilai-nilai yang ada dalam Alquran itu dipindahkan dan dinarasikan ke dalam Pancasila. Lalu diletakkan dalam sila pertama," paparnya.

Baca juga:  Komnas HAM Periksa 8 Pegawai KPK Terkait Tes Wawasan Kebangsaan

Sehingga ia meminta pembatalan tes TWK kepada 75 pegawai KPK dan juga mendukung Presiden Jokowi yang meminta pembatalan kepada Ketua KPK, Firli Bahuri.

"Gara-gara pertanyaan salah, jadi prosesnya salah hasilnya pun salah, karena prosesnya tidak benar maka dibatalkan," tegas Anwar.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini